Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Burung Kakatua Mengunyah Kabel Internet Bernilai Miliaran Dolar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 November 2017 09:37 9:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 November 2017 09:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jaringan pita lebar Australia bernilai miliaran dolar sedang mengalami serangan dari burung-burung kakatua.

Dilansir BBC Jumat (3/11/2017), perusahaan National Broadband Network (NBN) mengatakan sejauh ini sudah merogoh kocek puluhan ribu dolar untuk memperbaiki kabel-kabel yang digerogoti burung.

Kualitas pita lebar Australia dihujani kecaman karena lambat. Menurut laporan belum lama ini, kecepatan internet di negeri kangguru itu menduduki peringkat ke-50 di dunia.

NBN memperkirakan biayanya akan melonjak tajam seiring kerusakan yang ditemukan bertambah.

Dalam upaya memperbaiki kecepatan internet Australia –yang sekarang tertinggal di belakang dari banyak negara maju dengan kecepatan 11,1 mbps– proyek infrastruktur telekomunikasi nasional digalakkan dan dijadwalkan rampung pada 2021.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Akan tetapi, ketika para teknisi mengunjungi lagi lokasi pekerjaan yang telah rampung, mereka mendapati kabel-kabel yang sudah terpasang digerogoti sesuatu dan berjumbai. Tersangka utamanya adalah burung kakatua, sejenis nuri yang biasanya memakan buah, kacang-kacangan, kayu dan kulit kayu.

NBN harus mengganti kabel-kabel catu daya dan fiber dengan biaya sampai puluhan ribu dolar setiap kalinya. Sejauh ini mereka mengatakan sudah menghabiskan A$80.000 (826,5 juta rupiah).

Makan kabel “pasti ada rasanya,” kata pengamat perilaku binatang Gisela Kaplan kepada Reuters.

“Itu bukan gaya mereka biasanya,” ujarnya.

Dia menduga warna dan posisi kabel menarik minat burung-burung tersebut.

“Mereka secara berkala mengasah paruhnya dan akibatnya akan menyerang dan merobek apa saja yang mereka temukan. Sayangnya, mereka jadi menyukai kabel-kabel kita,” imbuhnya.

“Burung-burung ini tidak dapat dihentikan jika mereka beramai-ramai,” kata Chedryan Bresland, co-project manager, dalam sebuah artikel yang dimuat hari Jumat di website NBN.

“Saya kira begitulah adanya Australia; kalau tidak laba-laba dan ular, maka burung-burung kakatua yang akan menyerang Anda,” ujarnya, merujuk serangan hewan liar yang umum terjadi di Australia.

Perusahaan mengatakan saat ini sedang memasang lapisan pelindung dengan biaya satuannya hanya A$14. Lapisan itu akan melindungi kabel dari gigitan burung dan menyelamatkan jaringan pita lebar bernilai 3 miliar dolar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamid Fahmi: “Penggunaan Istilah ‘Moderat, ‘Radikal’ dan ‘Toleran’ Sarat Kepentingan Barat”
Tulisan selanjutnya Pemimpin Catalonia Puidgemont Jadi Buronan Spanyol

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?