Hidayatullah.com—Jaringan pita lebar Australia bernilai miliaran dolar sedang mengalami serangan dari burung-burung kakatua.
Dilansir BBC Jumat (3/11/2017), perusahaan National Broadband Network (NBN) mengatakan sejauh ini sudah merogoh kocek puluhan ribu dolar untuk memperbaiki kabel-kabel yang digerogoti burung.
Kualitas pita lebar Australia dihujani kecaman karena lambat. Menurut laporan belum lama ini, kecepatan internet di negeri kangguru itu menduduki peringkat ke-50 di dunia.
NBN memperkirakan biayanya akan melonjak tajam seiring kerusakan yang ditemukan bertambah.
Dalam upaya memperbaiki kecepatan internet Australia –yang sekarang tertinggal di belakang dari banyak negara maju dengan kecepatan 11,1 mbps– proyek infrastruktur telekomunikasi nasional digalakkan dan dijadwalkan rampung pada 2021.
Akan tetapi, ketika para teknisi mengunjungi lagi lokasi pekerjaan yang telah rampung, mereka mendapati kabel-kabel yang sudah terpasang digerogoti sesuatu dan berjumbai. Tersangka utamanya adalah burung kakatua, sejenis nuri yang biasanya memakan buah, kacang-kacangan, kayu dan kulit kayu.
NBN harus mengganti kabel-kabel catu daya dan fiber dengan biaya sampai puluhan ribu dolar setiap kalinya. Sejauh ini mereka mengatakan sudah menghabiskan A$80.000 (826,5 juta rupiah).
Makan kabel “pasti ada rasanya,” kata pengamat perilaku binatang Gisela Kaplan kepada Reuters.
“Itu bukan gaya mereka biasanya,” ujarnya.
Dia menduga warna dan posisi kabel menarik minat burung-burung tersebut.
“Mereka secara berkala mengasah paruhnya dan akibatnya akan menyerang dan merobek apa saja yang mereka temukan. Sayangnya, mereka jadi menyukai kabel-kabel kita,” imbuhnya.
“Burung-burung ini tidak dapat dihentikan jika mereka beramai-ramai,” kata Chedryan Bresland, co-project manager, dalam sebuah artikel yang dimuat hari Jumat di website NBN.
“Saya kira begitulah adanya Australia; kalau tidak laba-laba dan ular, maka burung-burung kakatua yang akan menyerang Anda,” ujarnya, merujuk serangan hewan liar yang umum terjadi di Australia.
Perusahaan mengatakan saat ini sedang memasang lapisan pelindung dengan biaya satuannya hanya A$14. Lapisan itu akan melindungi kabel dari gigitan burung dan menyelamatkan jaringan pita lebar bernilai 3 miliar dolar.*