Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ketahuan, Ratu Elizabeth II Sembunyikan Harta di Luar Negeri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 November 2017 09:51 9:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 November 2017 09:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekitar 10 juta pound uang dari harta pribadi Ratu Elizabeth II diinvestasikan di luar negeri, demikian menurut bocoran dokumen terbaru yang dinamai Paradise Papers.

Apa salahnya seseorang menanamkan uangnya di luar negeri? Tidak salah. Namun, jika investasinya itu berujung pada tujuan untuk mengelak dari pajak di dalam negeri dan perusahaannya mengeksploitasi rakyat kecil, maka itulah “dosanya,” apalagi hal itu dilakukan oleh seorang ratu pimpinan tertinggi sebuah kerajaan.

Dilansir BBC hari Ahad (5/11/2017), The Duchy of Lancaster, yang memberikan pendapatan pribadi bagi Ratu Inggris Elizabeth II, menginvestasikan dana sekitar 10 juta pound pada tahun 2004 dan 2005 di luar negeri. Sebanyak 5 juta pound diarahkan ke Bermuda dan $7,5 juta ke Cayman Islands.

Perusahaan yang mengelola dana itu di Caymand Islands lantas menggunakannya untuk membeli sebagian andil pada sesuatu yang disebut ‘Project Bertie’. Proyek itu menggarap pengambilalihan dua bisnis ritel di Inggris, yaitu peritel sewa-beli BrightHouse (100%) dan First Quench Retailing Ltd (75%).

Perusahaan First Quench Retailing (FQR) adalah pemilik jaringan toko minuman beralkohol Threshers dan beberapa toko minol lainnya. FQR dulu pernah merajai bisnis miras di Inggris dengan 1.300 toko.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara BrightHouse –gampangnya bisa disebut sebagai tukang kredit, yang menjual barang dengan cicilan berbunga– dituding menzalimi keluarga-keluarga berpenghasilan rendah dengan menjual barang dengan harga cicilan fluktuatif. Bulan Oktober kemarin, regulator keuangan di Inggris memerintahkan perusahaan itu membayar 14,8 juta pound uang kompensasi kepada 249.000 pelanggannya.

Setelah pengambilalihan bisnis itu, kepemilikan BrightHouse dipindah ke Luxembourg, di mana sejumlah struktur dibuat sedemikian rupa –atau gampangnya dilakukan akal-akalan– supaya perusahaan bisa mengurangi pajak yang dibayarkan di Inggris. Jadilah kepemilikan andil Duchy di perusahaan itu hanya 3.208 pound.

Di sisi lain, setelah dua tahun pengambilalihan bisnis Threshers, menghadaplah pihak manajemen ke otoritas di Inggris dengan hasil Thresher hanya berutang pajak 17,5 juta pound.

Bukan sulap bukan sihir, begitulah gambaran singkat perihal akrobatik yang dilakukan orang-orang kaya untuk menghindari kejaran pajak atas harta mereka. Untuk lebih mengetahui apa itu Paradise Papers, baca artikel selanjutnya.*

1 dolar AS sekitar 13.504 rupiah

1 pound Inggris sekitar 17.781 rupiah

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gallup: Rakyat Finlandia Menolak Negaranya Masuk NATO
Tulisan selanjutnya Banser Tolak Felix, Mahfud MD: Pengajian Tak Boleh Dibubarkan Ormas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?