Hidayatullah.com–Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah diinterogasi oleh polisi Israel untuk kelima kalinya sejak ditetapkan sebagai tersangka tahun lalu di tengah tuduhan korupsi.
Beyamin Netanyahu, yang dilaporkan diperiksa selama empat jam pada hari Kamis, di kediamannya di Yerusalem.
“Saya mengatakan dengan keyakinan mutlak: tidak akan ada apa-apa karena tidak ada apa-apa,” perdana menteri men-tweet pada Kamis malam, dikutip TRT World.
Pernyataan tersebut, bagaimanapun, tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang penyelidikan yang sedang berlangsung.
Sejak tahun lalu, Netanyahu telah menjadi subyek penyelidikan kriminal dalam dua kasus korupsi yang terpisah. Dia berulang kali membantah melakukan kesalahan.
Kasus pertama melibatkan produser Hollywood Arnon Milchan, yang diduga meminta untuk membeli barang mewah untuk Netanyahu dan istrinya.
Baca: Israel Tangkap Kroni Netanyahu Terkait Korupsi Pembelian Kapal Selam
Kasus kedua berkaitan dengan tuduhan bahwa Netanyahu melakukan kesepakatan untuk liputan media baik dengan Arnon Mozes, penerbit surat kabar berbahasa Ibrani popular, Yedioth Ahronoth.
Rincian kedua pertanyaan tersebut dimasukkan dalam sebuah dokumen yang diajukan sebelumnya ke pengadilan hakim berdasarkan kesaksian yang diberikan oleh mantan kepala staf Netanyahu, Ari Harow.
Pengadilan sejak itu memerintahkan pemberitaan media mengenai rincian diskusi Harow yang sedang berlangsung dengan pihak yang berwenang.
Radio umum Israel telah melaporkan bahwa Netanyahu telah diberi kesaksian yang diberikan oleh Harow saat interogasi pada hari Kamis.
Baca: Istri PM Netanyahu Divonis Bersalah, Memperlakukan Staf Rumah Tangga dengan Buruk
Istri Netanyahu, Sara, juga telah diperiksa oleh polisi terkait dugaan korupsi sebelumnya.
Sara dituduh menerima hadiah “mewah dan tidak pantas” dari pengusaha kaya dan membayar suap kepada seorang pegusaha media sebagai imbalan atas liputan yang menguntungkan.
Dia juga ditanyai dalam konteks investigasi yang sedang berlangsung atas tuduhan bahwa Netanyahu telah menggunakan dana negara untuk pengeluaran pribadi.
Lawan-lawan politik Netanyahu telah menyerukan digelarnya penyelidikan atas dugaan keterlibatan Netanyahu dalam serangkaian skandal. Namun, tiada satu pun dari skandal itu berujung pada tuntutan hukum.*