Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Uji Coba Rudal Balistik Buatan Dalam Negeri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Mei 2017 10:11 10:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Mei 2017 10:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Turki telah mengujicoba rudal balistik buatan dalam negeri, menteri dalam negeri Turki mengumumkan Kamis.

Rudal Bora, atau “badai”, diujicoba di dekat wilayah Sinop pesisir Laut Hitam, ujar Menteri Pertahanan Turki, Fikri Isik mengatakan pada penyiar A Haber.

“Rudal Bora kami, yang memiliki jarak 280 km, baru saja dicoba ditembakkan di Sinop. Rudal itu akan mencapai targetnya di Laut Hitam sebentar lagi.

Uji coba tersebut kemudian dinyatakan sukses.

“Turki saat ini membuat rudal sendiri. Kami telah memperoleh kepercayaan diri untuk membuat rudal yang lebih baik. Uji coba peluncuran sedang dilakukan saat ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Turki sekarang telah mencapai sebuah situasi di mana negara ini dapat menciptakan rudalnya sendiri. Kami bangga,” ujar Isik dikutip laman middleeasteye.

Baca:  Milisi Syiah dan Kurdi Banjiri Mosul, Turki Mengaku ‘Tidak Akan Tinggal Diam’

Isik menjelaskan Bora merupakan sebuah misil jarak jauh dan Turki akan terus meningkatkan teknologinya. Secara teknis, Bora merupakan sebuah rudal jarak taktis.

Isik mengumumkan hal itu di Pameran Industri Pertahanan Internasional (IDIF) 2017, yang diselenggarakan di Istanbul.

Serangkaian kesepakatan juga telah dicapai Turki dengan perusahaan-perusahaan Inggris selama IDIF.

Rudal Bora dikembangkan oleh produsen sistem persenjataan lokal Roketsan. Rudal itu dapat memuat 450kg dan mempunyai akurat hingga 50m, menurut produsennya.

Di tahun-tahun ini Turki telah mempercepat rencana jangka panjang dalam memproduksi persenjataan lokal setelah NATO menolak untuk membagi teknologi dengan Ankara.

Pejabat di Ankara khususnya pada tahun-tahun ini bersikeras menyatakan Turki membutuhkan sistem pertahanannya sendiri agar menyaingi kemampuan-kemampuan yang dimiliki negara-negara tetangga.

Baca:  Pengamat Senjata Kimia Dikirim ke Turki Kumpulkan Sampel Dugaan Penggunaan Gas Sarin Rezim Bashar

Iran telah mengembangkan proyek rudal balistiknya sendiri sejak perang mereka dengan Iraq dari tahun 1980 hingga 1988.

Israel dan Arab Saudi juga memiliki rudal balistik di gudang-gudang persenjataan mereka.

Upaya-upaya Turki untuk mendapatkan sistem persenjataan dari negara-negara non-NATO seperti Cina dan Rusia, dengan harga murah dan perjanjian berbagi teknologi, telah menciptakan gesekan dengan sekutu NATO mereka.

Baru-baru ini Turki mengatakan mereka telah melakukan pembicaraan lanjutan untuk mendapatkan sistem pertahanan misil buatan Rusia S-400.

Turki dan Rusia menandatangani sebuah kesepakatan kerjasama teknik militer setelah runtuhnya Uni Soviet, yang termasuk kemungkinan jual beli senjata.

Hingga saat ini Turki hanya membeli persenjataan kecil seperti granat berpeluncur roket dari Rusia.

Turki telah dianggap melakukan pelanggaran oleh sekutu-sekutu NATOnya setelah meminta sistem pertahanan misil dari negara-negara non-NATO.

Pada 2013 Ankara telah mengumumkan bahwa mereka telah membuat kesepakatan senilai 3,4 miliar dollar dengan China untuk sistem HQ-9 China.

Baca: Turki: Ada Gas Sarin dalam Sampel Darah Korban Serangan Khan Sheikhoun

Setelah bertahun-tahun beradu argumen dengan sekutu NATO nya, Turki mengumumkan pada November 2015 bahwa kesepakatan tersebut dihapus.

Turki berargumen bahwa sistem seperti itu tidak kompetibel dengan infrastruktur NATO dan juga bisa membuat negara-negara non-NATO memata-matai proses operasional persekutuan mereka.

Merespon hal itu Turki mengatakan bahwa mereka menginginkan kesepakatan dengan harga bersaing, yang juga termasuk pembagian teknologi dan produksi lokal. Perusahaan-perusahaan senjata Barat enggan menawarkan persyaratan seperti itu.

Kerjasama Indonesia

Belum lama ini perusahaan pertahanan Turki, FNSS Savunma Sistemleri  baru saja menjalin kerjasama dengan PT Pindad Indonesia membuat prototipe tank bersama.

Pengenalan prototipe tank yang belum punya nama itu dilakukan di Pameran Industri Pertahanan Internasional (IDEF) ke-13 di Istanbul, Selasa, 9 Mei 2017.

Tank ini memiliki kapasitas tembakan besar dan dapat menembakan peluru berkekuatan tinggi, berkaliber 105 mm.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BoraFNSS Savunma SistemleriIDIFLaut HitamPameran Industri Pertahanan InternasionalPindad IndonesiarudalS-400SinopTurkiUji Coba Rudal Balistik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peneliti KITLV Belanda Kunjungi INSISTS
Tulisan selanjutnya Setiap Muslim Memiliki Keharusan Menyampaikan Seruan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?