Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat Habiskan $5,6 Triliun untuk Perang Sejak 9/11

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 November 2017 08:38 8:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 November 2017 08:38
Bagikan
taliban
Tentara Amerika Serikat di Afghanistan.
Bagikan

Hidayatullah.com–Washington menghabiskan dana hingga $5,6 triliun untuk biaya perang di Afghanistan, Iraq, Suriah dan Pakistan sejak tahun 2001, menurut sebuah studi terbaru. Angka itu lebih banyak tiga kali lipat dari klain Pentagon.

Para peneliti dari Watson Institute of International and Public Affairs di Universitas Brown menemukan bahwa sampai akhir bulan September, biaya peperangan AS ditambah pengeluaran oleh kantor Keamanan Dalam Negeri, Departemen Pertahanan dan Urusan Veteran keseluruhan lebih dari $4,3 triliun sejak peristiwa 9/11 tahun 2001. Angka itu melonjak menjadi $5,6 triliun apabila biaya perang dari anggaran fiskal tahun 2018 dan pengeluaran perkiraan untuk veteran dimasukkan. Berarti setiap pembayar pajak AS terkena beban $23.386.

Hasil studi itu mencatat bahwa angka hitungaan mereka sangat jauh berbeda dengan klaim Pentagon yang menyebut $1,52 triliun dihabiskan pada tahun fiskal 2001 sampai 2018. Anga yang disebutkan Pentagon tercantum dalam laporan Departemen Pertahanan AS berjudul ‘Estimated Cost to Each Taxpayer for the Wars in Afghanistan, Iraq and Syria’, lapor RT Kamis (9/11/2017).

Watson Institute mengatakan pihaknya menggunakan perkiraan lebih komprehensif untuk menghitung biaya ‘Perang Melawan Teror’. Mereka memasukkan biaya perawatan jangka panjang para veteran –yang merupakan konsekuensi dari perang itu sendiri, sehingga angkanya berbeda dengan klaim Pentagon, sebab biaya perang tidak hanya mencakup biaya untuk di medan perang semata, melainkan juga konsekuensi yang ditimbulkannya seperti perawatan prajurit dan veteran yang terluka.

“Bahkan jika kita menghentikan peperangan itu hari ini,” kita akan menambah $7,9 triliun ke beban utang nasional,” kata Senator Demokrat Jack Reed saat memimpin diskusi panel hari Rabu lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hasil studi itu kelihatan mendukung pernyataan Reed, mengingat akumulasi bunga dari uang pinjaman untuk biaya perang akan menambah $8 triliun ke dalam beban utang nasional dalam beberapa dekade ke depan.

Menurut studi Universita Brown tersebut, biaya perang AS paling banyak tersedot ke peperangan di Iraq dan Afghanistan, di mana ongkos perang mencapai puncaknya di tahun 2008 dan 2011.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jepang Memburu Website Curhat Bunuh Diri
Tulisan selanjutnya Presiden Jokowi Disarankan Tangani Konflik Papua Secara Komprehensif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer

Berita
11 Juli 2026 11:43
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?