Hidayatullah.com—George Weah Jr, putra Presiden Liberia George Weah, dijatuhi hukuman enam bulan penjara percobaan karena mengganggu kedamaian dan menimbulkan polusi suara di rumahnya di dekat kota Paris.
“Ini adalah peringatan pertama tetapi tidak akan ada yang kedua,” tegas hakim Pascal Humbert-Massa di pengadilan pidana Versailles.
Para tetangga Weah Jr menggugatnya ke pengadilan setelah dia menggelar beberapa kali pesta liar dan hingar-bingar di kediamannya di Saint-Germain-en-Laye, daerah sub-urban elit di pinggiran Paris sebelah timur laut ibukota Prancis tersebut.
Lebih dari belasan pesta digelar dalam kurun 1 Januari 2019 sampai 14 Februari 2021. Dalam satu pesta bahkan kembang-kembang api diluncurkan dari teras rumahnya.
“Ini bukan masalah kecil, ini kriminal. Dan Anda tidak melakukan apapun guna mengurangi suara berisik, baik itu suara musik atau suara teriakan tamu-tamu Anda,” kata hakim seperti dilansir RFI Sabtu (8/5/2021).
“Sekarang keadaannya harus kembali tenang,” tegasnya.
Sejumlah tetangga yang memberikan kesaksian mengatakan mereka terbangun hingga 50 kali karena suara musik.
Mereka berusaha mendatangi pria berusia 33 tahun itu untuk menyelesaikan masalah baik-baik, sebelum mereka akhirnya memanggil polisi, lapor koran Le Parisien.
Di pengadilan terungkap bahwa antara September 2019 dan Februari 2021, polisi mendatangi rumah Weah Jr 10 kali pada waktu dini hari untuk memintanya mengecilkan suara musik.
Dua kali dia menggunakan kartu kekebalan diplomatik dengan menggunakan paspor Liberia miliknya, yang sebenarnya tidak melindunginya.
“Kita berhadapan dengan seorang individu yang mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan masyarakat dan seseorang yang tidak mengenal batas,” kata Sophie Nizard, pengacara yang mewakili dua penggugat. “Hal itu mengingat saya akan istilah ‘anak raja’,” ujarnya.
Para tetangga mengeluhkan Weah Jr dan teman-temannya berpesta-pora dengan suara bising sepanjang malam sampai pagi sehingga orang kesulitan istirahat padahal mereka harus tidur sebelum berangkat kerja.
Pada masa pembatasan Covid-19, salah satu tetangga mengatakan jumlah pesta yang digelar justru semakin sering sampai empat kali dalam seminggu.
Weah Jr – yang hidup dengan mengandalkan uang saku pemberian ayahnya, Presiden Liberia dan bekas bintang sepakbola yang lama merumput di Eropa – berdalih dirinya salah karena meminjamkan rumah untuk dipakai teman-temannya ketika dia pergi.
Jaksa meminta agar Weah Jr, yang juga pesepakbola, dijatuhi hukuman tiga bulan penjara percobaan. Namun, hakim justru melipatgandakannya.
Hakim berpendapat kebisingan berulang telah menimbulkan dampak ada kesehatan, kehidupan personal dan profesional orang-orang yang tinggal di sekitar kediaman Weah Jr.
Selain hukuman bui, Weah Jr diharuskan membayar 21.400 euro yang dibagi rata Di antara enam pihak sebagai ganti rugi kerusakan non-finansial.*