Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jepang Memburu Website Curhat Bunuh Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 November 2017 08:08 8:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 November 2017 08:05
Bagikan
Hutan di Jepang yang sering dijadikan lokasi bunuh diri.
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Jepang mengatakan ingin menutup website-website di mana orang mencurahkan keinginannya untuk bunuh diri.

Hal tersebut datang menyusul kasus pembunuhan berantai belum lama ini, yang mana situs-situs online semacam itu digunakan.

Pada bulan Oktober, sembilan mayat yang dirusak fisiknya ditemukan di sejumlah lemari pendingin dan kotak peralatan di sebuah tempat tinggal yang dijuluki “rumah horor” di pinggiran Tokyo.

Tim investigasi menemukan 9 kepala manusia bersama banyak tulang lengan dan kaki. Takahiro Shiraishi, 27, mengaku telah membunuh 9 orang sejak akhir Agustus lalu.

Sembilan mayat ditemukan di apartemen pemuda Jepang

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Polisi mengatakan Shiraishi mengenal korban-korbannya lewat media sosial di mana mereka mengutarakan keinginan untuk bunuh diri. Diduga Shiraishi membunuh para korban setelah menggiringnya ke apartemennya, mengatakan dia akan membantu mereka bunuh diri.

Termasuk korban Shiraishi adalah tiga pejalar sekolah menengah –yang termuda berusia 15 tahun, seorang mahasiswi, empat wanita berusia 20-an dan seorang laki-laki berusia 20-an. Satu-satunya korban pria dibunuh oleh Shiraishi setelah dia menanyai pelaku perihal keberadaan pacarnya, lapor media Jepang seperti dilansir BBC Jumat (10/11/2017).

Website dan kelompok medsos curhat bunuh diri adalah tempat di mana orang dapat mencurahkan keluh-kesah dan keinginannya untuk bunuh diri. Di sana, orang bisa bertanya dan memberikan informasi tentang cara-cara bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Toru Igawa, kepala pusat pencegahan bunuh diri yang berpusat di Tokyo, mengatakan kepada Japan Times bahwa internet membuat masalahnya semakin buruk bagi generasi muda Jepang.

Sebelum ada internet, kata Igawa, sebagian orang membatalkan rencana bunuh diri sebab tidak mau mati sendirian. Namun, situs bunuh diri dan media sosial mengubah semuanya.
“Sekarang lebih mudah untuk mengatasi kesulitan itu, setelah menemukan teman online,” ujarnya.

Pimpinan sekretaris kabinet Jepang, Yoshihide Suga, menginstruksikan para menteri untuk mengambil tindakan tegas terhadap situs-situs bunuh diri dan media sosial.

“Penggunaan Twitter -situs jejaring sosial yang sulit dipantau- mengksploitasi jeritan minta tolong para korban yang menulis tetnag rencana bunuh diri, sungguh tercela,” kata Suga.

“Kita akan mengusut kejahatan ini sampai keakarnya, dan berusaha keras mencegahnya terjadi kembali,” imbuhnya.

Suga meminta para menteri mengpelajari penyebaran website bunuh diri dan bekerja sama dengan pihak operator dan pihak berwenang.

Otoritas di Jepang sejak lama bergulat mengatasi masalah seperti ini. Sejak pertama kali muncul kasus pakta bunuh diri pada 2003, pemerintah berusaha meredam angka bunuh diri dengan menyediakan layanan konsultasi dan memblokir situs-situs online pemberi informasi seputar bunuh diri.

Menurut data statistik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 19,7 per 100.000 orang merenggut nyawanya sendiri pada tahun 2015 di Jepang. Sementara di Korea lebih tinggi, 28,3 per 100.000 orang. Di Inggris dan Amerika Serikat angkanya masing-masing 8,5 dan 14,3 per 100.000 orang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AKF-BMH Salurkan Langsung 1.000 Paket Sembako untuk Rohingya di Rakhine
Tulisan selanjutnya taliban Amerika Serikat Habiskan $5,6 Triliun untuk Perang Sejak 9/11

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Sejarah
29 September 2026 12:00
Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?