Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Walkot London: Inggris Harus Minta Maaf Atas Pembantaian Jallianwala Bagh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Desember 2017 07:32 7:32 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Desember 2017 07:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan pemerintah Inggris harus meminta maaf atas pembantaian tahun 1919 yang menewaskan ratusan orang pengunjuk rasa tak bersenjata di India.

Khan membuat pernyataan itu hari Selasa (5/12/2017) saat mengunjungi Jallianwala Bagh, lokasi pembantaian dimaksud, di negara bagian Punjab di utara India. Pernyataan serupa diulanginya di Tweeter pada hari Rabu. Khan, keturunan migran asal Pakistan dengan nenek moyang asal India, merupakan pejabat tinggi Inggris pertama yang menyerukan permintaan maaf itu, lapor BBC Kamis (7/12/2017).

Pembantaian itu salah satu yang paling berdarah dalam sejarah Inggris. Selama puluhan tahun India menuntut permintaan maaf dari Inggris.

Pembantaian terjadi pada 3 April 1919 di kota Amritsar. Ratusan orang India, termasuk wanita dan anak-anak, menghadiri pertemuan publik di sebuah taman berdinding, yang dikenal sebagai Jallianwala Bagh, guna memprotes undang-undang kolonial. Saat pertemuan itu berlangsung, Kolonel Reginald Dyer bersama serdadu-serdadu Inggris memasuki tempat itu, dan dia memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan tembakan ke arah kerumunan massa tersebut. Semua jalan keluar diblokir oleh pasukan Inggris, sehingga tidak ada yang dapat meloloskan diri.

Hampir seratus tahun kemudian, kasus ini masih menjadi subyek kontroversial bagi petinggi-petinggi Kerajaan Inggris, termasuk Ratu Elizabeth II dan suaminya Pangeran Phillip, serta mantan PM David Cameron, yang mengunjungi Jallianwala Bagh guna menunjukkan penghormatan mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun tidak mengutarakan permintaan maaf secara formal, Cameron meyebut peristiwa tersebut sebagai “kejadian sangat memalukan dalam sejarah Inggris.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Quds, Momentum Persatuan Negara-negara Islam
Tulisan selanjutnya Aset BUMN Dikuasai Swasta Asing Dinilai Rugikan Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?