Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Filipina Tolak Paket Bantuan dari Amerika untuk Dukung Demokrasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Desember 2017 22:21 10:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Desember 2017 22:21
Bagikan
Rodrigo Duterte
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Filipina Rodrigo Duterte menarik diri dari program bantuan pembangunan AS, yang mengharuskan penerima dana untuk mendukung demokrasi dan memerangi korupsi.

Juru bicara Presiden Duterte Harry Roque mengatakan Manila memutuskan untuk tidak menegosiasikan “kesepakatan” kedua dengan Millenium Challenge Corporation (MCC), yang mengalokasikan $ 433,9 juta (Sekitar Rp. 5,98 Trilyin) untuk proyek anti-kemiskinan Filipina di tahun 2010.

Millennium Challenge Corporation (MCC), dibentuk Kongres Amerika Serikat tahun 2004, memberikan dukungan dana berskala besar kepada negara-negara miskin yang berkomitmen terhadap pemerintahan yang baik dan kebebasan ekonomi dan yakin bahwa ini adalah kunci untuk mengatasi kemiskinan.

“Pemerintah Filipina memutuskan untuk tidak melanjutkan pengembangan kesepakatan kedua MCC,” kata juru bicara Kedutaan Besar AS Molly Koscina kepada AFP.

Baca: Haramkah Menerima Bantuan Artis dan Amerika?

MCC mengumumkan pada bulan Desember 2015 bahwa Filipina berhak untuk mengembangkan program tahun kedua dengan dana dari Amerika Serikat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tapi setahun kemudian, kedutaan Amerika Serikat mengumumkan bahwa perusahaan tersebut memutuskan untuk tidak memberikan suara pada kesepakatan kedua dengan Filipina, sambil menyuarakan “keprihatinan” terhadap undang-undang di bawah pemerintahan Presiden Duterte.

Sejak pengumuman tersebut, hubungan dengan mantan Presiden Barack Obama telah memburuk. Obama mengkritik cara Presiden Duterte melakukan pertarungan melawan narkoba dengan cara membunuh ribuan orang dan menimbulkan kekhawatiran atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Namun Presiden Duterte membantah keras kritik Amerika Serikat, Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menuduh mereka mencoba campur tangan dalam urusan negaranya.

Dia juga berjanji untuk menolak bantuan dari negara asing yang menetapkan persyaratannya terhadap pemerintahannya.

Roque mengatakan bahwa prioritas Manila sekarang akan membangun kembali selatan Kota Marawi yang hancur dalam pertempuran lima bulan tahun ini. Lebih dari 1.100 orang tewas dalam pertempuran tersebut.

Baca: Oxfam: Negara Kaya Pelit pada Pengungsi

“Keputusan untuk menarik diri didasarkan pada kebutuhan mendesak pemerintah untuk membangun kembali Marawi,” kata Roque dikutip AFP.

“Saya pikir pembangunan kembali Marawi tidak memenuhi syarat kita” untuk mendapatkan dana keagenan.

Menurutnya, alokasi untuk proyek MCC membutuhkan dana yang sesuai dengan Manila.

Roque juga membantah bahwa keputusan untuk menarik diri dari program tersebut terkait dengan intervensi negara lain.

MCC dalam situsnya menyatakan telah menginvestasikan lebih dari 13 miliar dolar AS untuk mendukung proyek anti-korupsi, demikian juga dengan hak atas lahan, pertanian, pendidikan, energi, kesehatan, transportasi dan pasokan air.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatBantuan AmerikademokrasifilipinakemiskinanKongres Amerika SerikatKorupsiMCCMillenium Challenge CorporationPaket BantuanPresiden FilipinaRodrigo Duterte
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 300 Ulama Dunia Sepakat ‘Normalisasi Hubungan dengan Israel Haram’
Tulisan selanjutnya Jaga Pandangan, Ulama Terdahulu Pakai Kain Selendang di Kepala kalau ke Pasar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kedubes Amerika Serikat di Berbagai Negara Timur Tengah Imbau Warganya Tinggalkan Kawasan Itu

Berita
2 Agustus 2026 09:34
Muhammadiyah Tegaskan Kripto Tetap Haram Jadi Mata Uang, Ini Dasar Hukumnya Menurut Syariat
Retak dari Dalam, Tentara ‘Israel’ Memberontak di Pangkalan Sde Teiman
Di Tengah Tekanan Amerika Serikat, Chad Jadi Negara Kelima yang Keluar dari ICC
Tunjukkan Sikap Pro-Palestina di Panggung Singapura Larang Massive Attack Tampil

Terbaru

  • Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?
  • Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi
  • Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang
  • Di Tengah Tekanan Amerika Serikat, Chad Jadi Negara Kelima yang Keluar dari ICC
  • Korea Selatan Mencatat Rekor Suhu Udara Terpanas 42,5 Derajat Celsius
  • Singapura Tidak Membatasi Usia Pengguna Media Sosial, Tapi akan Menarget Fitur yang Berisiko Bagi Anak
  • Bawa Bom Rakitan Wanita Meledakkan Dirinya di Sebuah Restoran di Moskow
  • Kedubes Amerika Serikat di Berbagai Negara Timur Tengah Imbau Warganya Tinggalkan Kawasan Itu
  • Retak dari Dalam, Tentara ‘Israel’ Memberontak di Pangkalan Sde Teiman
  • Hari Pertama Saudi Education Expo 2026, Ribuan Pengunjung Padati SMESCO Jakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?