Hidayatullah.com–Presiden Turki hari Kamis (21/12/2017) menyerang Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan mengurangi bantuan ke negara-negara yang memberikan suaranya menentang keputusannya mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Zionis-Israel, lapor Anadolu Agency.
“Tuan Trump, Anda tidak bisa membeli kebebasan berkehendak demokratis Turki dengan dolar Anda,” kata Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya di sebuah upacara penghargaan budaya dan seni di kompleks kepresidenan.
“Negara-negara lain menyebut Amerika sebagai apa? ‘Tempat lahirnya demokrasi’. Tempat lahirnya demokrasi ini ingin membeli kebebasan berkehendak dengan dolar,” kata Erdogan.
Erdogan menyeru negara-negara di dunia “untuk tidak menjual kebebasan bekehendak Anda dalam rangka memperjuangkan demokrasi.”
“Ini tidak seperti biasanya dimana mereka bisa memberikan suara melawan Anda, lalu Anda membayar mereka ratusan juta dolar dan tidak ada yang tahu apa yang mereka lakukan,” tambahnya.
Baca: Erdogan Hubungi Presiden Indonesia dan Nigeria, bahas al-Quds
Erdogan juga menunjuk pada sanksi AS atas Sudan, yang pertama kali diberlakukan pada tahun 1997 karena diduga memiliki kaitan dengan terorisme dan kemudian diperketat pada tahun 2006, sebelum Washington mencabut sebagian besar dari sanksi tersebut pada bulan Oktober tahun ini, dengan alasan Khartoum telah mulai menangani masalah terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia.
“Ketika kami melihat hal-hal ini, kami bertanya kepada diri sendiri, ‘Demokrasi macam apa ini?'” tanya Erdogan.
“Biarkan pihak lain menggunakan kebebasan berkehendak mereka sendiri,” desaknya.
Seperti diketahui Trump mengatakan pada hari Rabu di Gedung Putih: “Mereka mengambil ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, lalu mereka memberikan suara melawan kita. Nah, kita mengamati suara tersebut. Biarkan mereka memberikan suara melawan kita. Kita akan menghemat banyak. Kita tidak peduli.”*/Abd Mustofa