Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Dinilai Belum Serius Kembangkan Perbankan Syariah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Oktober 2010 01:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Industri keuangan syariah saat ini mengalami perkembangan yang cukup menjanjikan. Namun Indonesia yang notabene sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia belum bisa menjadi pelaku utama di industri ini.

Pernyataan ini disampaikan Prof. Dr. Shabri Abd. Majid dalam diskusi Islamic Economic Forum for Indonesia Development (ISEFID) hari Jumat,  (15/10) di kampus International Islamic University Malaysia (IIUM).

Shabri membedakan kondisi ini dengan negara Malaysia, di mana pemerintah justru menjadi motornya.

“Motor penggerak utama pertumbuhan industri keuangan syariah di Malaysia adalah pemerintah,” ungkapnya.

Semenjak berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) sebagai bank syariah pertama 17 tahun yang lalu, pangsa pasar perbankan syariah masih saja belum bisa menembus angkat 3 persen. Bahkan total assetnya baru mencapai sekitar Rp 75 trilliun. Hal ini jauh berbeda dengan yang terjadi di Malaysia, dengan hanya butuh waktu sekitar 28 tahun, pangsa pasar perbankan syariah di Malaysia sudah mencapai 20 persen dengan total asset 65.6 miliah dolar AS atau setara dengan Rp 590 trilliun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Malaysia bahkan dinilai sangat serius dalam menjadikan negerinya sebagai pusat keungan syariah di dunia.

Semenjak berdirinya tabung haji Malaysia tahun 1963, langsung 6 tahun kemudian undang-undanganya juga turut dibuat.

“Pertumbuhan industri keuangan syariah di Malaysia tidak terlepas juga dari dukungan legalitas yang lengkap,” ibuhnya.

Kondisi ini relative berbeda dengan di Indonesia di mana industri keuangan syariah lebih banyak digerakkan dengan pendekatan botton up serta regulasi yang masih sangat kurang mendukung. Akhirnya perkembangan industri keuangan syariah belum bisa membanggakan.

“Indonesia dengan negara Muslim terbesar, setiap isu terkait dengan undang-undang perbankan syariah selalu ditarik-tarik ke isu agama, berbeda dengan Malaysia yang sudah menjadikan perbankan syariah sebagai bagian penting dalam perekonomian nasional,” ungkap dosen Fakultas Ekonomi IIUM asal Aceh ini.

Hal menarik, tambahnya, adalah perkembangan industri syariah di Malaysia tidak terlepas dari faktor keturunan. Gubernur Bank Negara Malaysia sekarang, Dr. Zeti Akhtar adalah cucu dari Prof. Diraja Dr. Ungku Abdul Aziz yang notabene adalah orang yang pertama kali membuat proposal berdirinya Tabung Haji Malaysia.

“Bank Negara Malaysia menjadi lembaga yang paling agresive dalam menjadikan Malaysia sebagai pusat industri keuangan dunia,” ungkap peraih peneliti terbaik 2010 di IIUM ini.

Meskipun Malaysia saat telah menjadi pelaku utama dalam industri keuangan global, namun banyak pakar ekonomi Islam yang mengkritiknya khususnya isu tentang “syariah compliant”. Malaysia tidak terlalu ketat dalam hal masalah syariah compliant, misalnya pada produk bai’ al-inah yang diterapkan yang masih dierdebatkan kebolehannya.

Dalam presentasi penelitiannya dihadapan para mahasiswa yang kebanyakan mahasiswa s2 dan s3, tentang seberapa besar kontribusi perbankan syariah terhadap perekonomian Malaysia, beliau menemukan bahwa industri keuangan syariah Malaysia berpengarush significant terhadap pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Sementara itu Ali Rama selaku Sekjen ISEFID (2009-2010) dalam closing statementnya saat memoderatori acara tersebut mengungkapkan meskipun pangsa pasar industri keuangan syariah di Indonesia masih relative kecil, para mahasiswa dan akademisi harus terlibat secara aktif dalam penelitian-penelitian ekonomi Islam sebagai kontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam di tanah air.

“Saat yang bersamaan kita harus menagih keseriusan pemerintah yang telah mencanankan pengembangan keuangan syariah sebagai agenda nasional,” tutupnya.[ar/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Faksi Palestina Berkumpul di Gaza
Tulisan selanjutnya DPW Sumbar: PKS Tetap Partai Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?