Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara Karibia Menjajakan Status Kewarganegaraan dengan Harga Obral

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Januari 2018 13:32 1:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Januari 2018 13:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Negara-negara di kawasan Karibia yang belum lama ini dihantam badai besar menjajakan status kewarganegaraan dengan harga diskon besar, guna mendapatkan dana tambahan penanggulangan bencana. Namun sebagian pihak khawatir kebijakan itu akan dieksploitasi.

Badai Irma dan Maria berhembus kencang di kawasan Karibia musim gugur lalu, meluluhlantakkan puluhan pulau, termasuk wilayah beberapa negara yang menjual status kewarganegaraan dengan biaya tertentu.

Lima negara di Karibia saat ini menawarkan status kewarganegaraan dengan imbal balik sekali kontribusi atau investasi di sektor tertentu, seperti real estate. Banyak dari paspor negara-negara itu dapat dipakai untuk bepergian ke negara Uni Eropa dengan bebas visa.

Bulan September 2016, St. Kitts dan Nevis mendirikan “hurricane relief fund” yang memungkinkan orang asing memberikan kontribusi $150.000 dengan imbalan status kewarganegaraan. Program itu, yang dibuka sampai bulan Maret tahun ini, lebih murah $100.000 dibanding kebijakan sebelumnya.

Antigua dan Bermuda kemudian menyusul membuat kebijakan serupa, dengan memangkas besaran kontribusi dari $200.000 menjadi $100.000, menurut dubes negara itu untuk Amerika Serikat Ronald Sanders.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Grenada juga menawarkan diskon serupa, menurut Henley and Partners, sebuah firma konsultasi yang bergerak khusus di bidang investasi untuk mendapatkan status kewarganegaraan.

Saint Lucia dan Dominika mematok harga $100.000 bagi orang yang ingin mendapatkan status kewarganegaraannya.

Peter Vincent, seorang mantan pejabat di Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, memperingatkan bahwa harus dilakukan pemeriksaan ketat terhadap latar belakang pemegang paspor Karibia.

Dia menceritakan bahwa semasa masih bekerja untuk departemen kehakiman di negara Kolombia, dia mengetahui bahwa para penyelundup narkoba dan anggota gerilyawan FARC secara “aktif dan agresif” berusaha mendapatkan paspor dari negara di kawasan Karibia.

Risiko eksploitasi atau penyalahgunaan kebijakan itu semakin besar, sebab sebagian negara tersebut tidak mengharuskan orang yang bersangkutan datang ke negara yang akan memberikannya status kewarganegaraan.

Emanuele Ottolenghi, senior fellow di Foundatioan for Defense of Democracies –wadah pemikir berbasis di Washington DC, mengatakan bahwa jelas sekali program semacam itu disalahgunakan oleh banyak kalangan, baik itu pengemplang pajak, penyandang dana teroris, kartel narkoba, maupun koruptor dari berbagai negara.

Contohnya pada tahun 2014, St. Kitts dan Nevis ditekan untuk mencabut ribuan paspor setelah terungkap bahwa tidak ada informasi perihal tempat dan tanggal lahir pemegang paspornya, atau apakah orang bersangkutan telah mengganti namanya, yang artinya seseorang dengan bebas bisa membuat identitas baru di paspor yang dikeluarkan negara itu.

Bulan Februari di tahun yang sama, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap 3 warganegara Iran, karena mengelak dari sanksi AS. Ketiga orang itu adalah pemegang paspor St. Kitts dan Nevis, kata Ottolenghi.

Lima bulan kemudian, Amerika Serikat –yang juga menawarkan program investasi untuk mendapatkan status pemukim tetap dengan biaya $500.000– mengeluarkan peringatan kepada institusi-institusi finansial bahwa sejumlah orang menggunakan paspor St. Kitts dan Nevis untuk mengelak dari sanksi yang diberikan AS.

Ronald Sander, diplomat Antigua dan Bermuda, menuding St. Kitts dan Nevis sebagai pelopor tren diskon besar status kewarganegaraan di Karibia. Dia mengklaim, negaranya hanya mengikuti tren, sebab mereka membutuhkan dana untuk memperbaiki kerusakan akibat badai yang berkali-kali memporak-porandakan kawasan itu, lapor Euronews Sabtu (6/1/2018).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belgia Godok UU Hewan Peliharaan Dikubur Bersama Pemiliknya
Tulisan selanjutnya 6.000 Lebih Muslim Bali Gelar Aksi Bersih-bersih Pantai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?