Hidayatullah.com—Empat mahasiswa ditangkap di Turki setelah menampilkan gambar yang menyandingkan bendera warna-warni LGBT dengan Ka’bah dalam aksi protes menentang penunjukan rektor di Universitas Bogazici di Istanbul.
Kantor Gubernuran Istanbul mengatakan gambar tersebut “serangan buruk” yang “mengolok-olok keyakinan relijius”.
Gambar tersebut selain menampilkan kedua simbol itu juga menampakkan Shahmaran, makhluk mitologi Timur Tengah berwujud setengah wanita setengah ular.
Aksi protes mahasiswa itu menyoal penunjukan Prof Melih Bulu sebagai rektor. Bulu diyakini oleh para demonstran memiliki kaitan erat dengan partai Islam terbesar Turki AKP yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Ibrahim Kalin, kepala penasihat untuk Presiden Erdogan, mengatakan “kebebasan berekspresi maupun hak untuk protes” tidak ada yang dapat dijadikan alasan untuk membela gambar karya seni tersebut, seraya menambahkan bahwa tidakan itu akan “mendapatkan ganjaran setimpal di muka hukum.”
Dilansir BBC Sabtu (30/1/2021), lewat Twitter Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan 4 LGBT peyimpang yang melakukan penistaan terhadap Ka’bah ditangkan di Universitas Bogazici.
Komentar Mendagri Turki di Twitter itu menyulut reaksi kemarahan sebagian pengguna media sosial yang menyebutnya sebagai ujaran kebencian, dan menyeru agar cuitan tersebut dihapus.
Para pendukung mahasiswa yang ditangkap menuntut pembebasan rekan mereka lewat akun Twitter “Bogazici Solidarity”.
Salah satu akun mengatakan, “Ujaran fobia LGBTI+ tidak ada tempat dalam nilai-nilai Bogazici.”
Sepanjang sejarah Turki modern homoseksualitas merupakan hal yang legal di negara itu. Bertahun-tahun parade kaum pecinta sesama jenis Istanbul Pride mengundang ribuan pengunjung ke negara yang mengandalkan pariwisata sebagai sumber devisa itu. Beberapa waktu terakhir, selama 5 tahun berturut-turut parade itu dilarang sampai 2019. Oleh karena adanya pandemi coronavirus, LGBTI kembali gagal berkumpul di Istanbul pada tahun 2020.*