Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berdalih Euthanasia, Diaken Katolik di Belgia Bunuh Sedikitnya 10 Orang Plus Ibunya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Januari 2018 09:09 9:09 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Januari 2018 09:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kasus seorang diaken Katolik yang didakwa melakukan pembunuhan sedikitnya 10 orang, termasuk ibunya sendiri, sudah mulai diproses di pengadilan Belgia.

Bekas perawat Ivo Poppe dituduh membunuh korban-korbannya dengan cara menyuntikkan udara ke darah mereka, sehingga terjadi embolisme fatal.

Dilansir BBC Senin (22/1/2018), kejadian diduga terjadi di sebuah klinik di Menen, di mana pria itu bekerja sebagai perawat, kemudian ditahbis dan memiliki peran di pastoral sebagai diaken (pelayan gereja di bawah pendeta).

Koran-koran di Belgia menjuluki pria berusia 61 tahun itu sebagai “diaken kematian”.

Jika dinyatakan bersalah atas semua dakwaan pembunuhan, maka dia akan tercatat sebagai pembunuh berantai paling parah dalam sejarah Belgia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Poppe ditangkap pada tahun 2014, setelah memberitahukan psikiaternya bahwa dia telah melakukan “euthanasia” terhadap puluhan orang. Semua korbannya diduga kuat adalah orang jompo.

Poppe, menurut berbagai laporan, awalnya membuat pengakuan parsial ketika diperiksa petugas, dengan beralasan dirinya melakukan hal itu karena kasihan melihat pasien sekarat. Namun, dia kemudian menarik semua pernyataannya dan sekarang menyatakan dirinya tidak bersalah atas semua tuduhan.

Orang-orang yang dibunuh diaken Katolik itu sebagian memiliki hubungan kerabat dengannya, seperti dua pamannya, ayah mertuanya, dan ibunya sendiri yang meninggal pada tahun 2011.

Ibunya dikabarkan mengalami depresi, tetapi para dokter membantah bahwa dia memilih untuk di-euthanasia.

Jaksa penuntut menduga diaken itu membunuh banyak orang, merujuk pada catatan kematian di rumah sakit yang ditulis dalam buku harian rohaniwan Katolik itu. Menurut jaksa sedikitnya 50 kematian mencurigakan.

Dalam persidangan di Bruges hari Senin (22/1/2018), pengacara Poppe meremehkan tuduhan-tuduhan itu. Menurut mereka kliennya sekedar mencatat kematian-kematian yang terjadi di sekitarnya, lapor lembaga penyiaran Belgia RTBF.

Persidangan diduga akan berlangsung selama lebih dari sepekan, dan akan mendengarkan keterangan puluhan saksi, termasuk kerabat dari si mayat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Brimob Tembak Kader Gerindra, IPW: Polda Harus Transparan Mengungkap
Tulisan selanjutnya Uni Eropa Upayakan Serbia dan Montenegro Jadi Anggota Pada 2025

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?