Hidayatullah.com—Serbia dan Mentenegrao sepertinya akan menjadi anggota Uni Eropa selanjutnya, kemungkinan pada 2025.
Setelah selama bertahun-tahun perundingan berlangsung tersendat-sendat, Uni Eropa bersedia untuk menyegerakan proses masuknya kedua negara Balkan itu ke dalam organisasi.
“Baik kami mengekspor stabilitas sebagai Uni Eropa atau mengimpor instabilitas, kami melihat betapa rapuhnya kawasan itu sampai sekarang,” kata European Commisioner for Expansion Johannes Hahn kepada Reuters (19/1/2018).
Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker berencana mengunjungi enam negara di kawasan Balkan, yaitu Albania, Bosnia, Kosovo, Republik Makedonia (bekas Yugoslavia), serta Serbia dan Montenegro.
Republik Makedonia juga bisa diundang masuk NATO, jika dapat menyelesaikan perselisihan panjang terkait nama negaranya dengan Yunani.
Upaya menstabilkan kawasan Balkan Barat menjadi hal mendesak bagi Uni Eropa, kata Konstatinos Filis, direktur riset di Institute of International Relations di Athena, kepada Euronews.
Komisioner Hahn menyoroti kasus pembunuhan terhadap pemimpin Serbia di Kosovo Oliver Ivanovis sebagai bukti bahwa kawasan itu masih bergejolak.
Reuters melaporkan bahwa menurut sebuah rancangan rencana UE untuk kawasan Balkan, strategi blok ekonomi terbesar dunia itu tergantung pada normalisasi hubungan Serbia dan Kosovo yang diharapkan terwujud sebelum akhir 2019.*