Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Brimob Tembak Kader Gerindra, IPW: Polda Harus Transparan Mengungkap

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 23 Januari 2018 21:12 9:12 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 23 Januari 2018 09:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengatakan, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) harus mengungkap secara transparan kasus penembakan yang menewaskan kader Partai Gerindra, yang dilakukan anggota Brimob di Sukasari, Bogor.

“Terutama tentang adanya seorang wanita dan anak di bawah umur yang ikut terluka di dalam kasus penembakan tersebut,” ujar Neta dalam siaran persnya diterima hidayatullah.com, Selasa (23/01/2018).

IPW menilai, dalam mengusut kasus penembakan ini, Polda Jabar belum bersikap transparan. Dari penelusuran IPW, setidaknya ada lima hal yang perlu diungkapkan Polda Jabar ke publik agar kasus penembakan ini terang benderang dan tidak terkesan ditutup-tutupi.

Pertama, soal senjata api yang digunakan pelaku. Apakah senjata tersebut tipe Glock 17 atau HS 9.

“Tipe Glock 17 adalah senjata organik Densus 88 dan para perwira di Brimob. Sedangkan HS 9 merupakan senjata organik Brimob lapisan bawah, terutama yang berpangkat brigadir. Sebab beberapa saksi mata sempat menyebutkan, senjata yang digunakan pelaku adalah tipe Glock 17,” paparnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Selain itu, ungkapnya, kenapa pelaku dibiarkan bergentayangan di tengah malam dengan membawa senjata api, padahal yang bersangkutan tidak dalam keadaan bertugas.

“Apakah SOP di Brimob memang membolehkan anggotanya membawa senjata api kemana-mana?” ungkap Neta mempertanyakan.

Baca: IPW: Polri Harus Mengusut Tuntas Kasus Brimob Koboi di Bogor

Kedua, tambahnya, siapa pemilik moge BMW B 4559 BKD yang dikendarai pelaku. Apakah seorang anggota Brimob berpangkat Briptu memang wajar memiliki motor mewah tersebut? “Apakah gajinya dari Brimob memang cukup untuk membeli motor mewah itu?” tanyanya.

Ketiga, siapa yang mencakar wajah Rio teman korban. Sebab, masih kata Neta, akibat cakaran itu pegangan Rio terhadap tangan pelaku yang sedang menodongkan senjata api terlepas, yang kemudian membuat pelaku menjadi bebas melepaskan tembakan yang mematikan korban.

“Keempat, siapa wanita LS 23 tahun dan kenapa yang bersangkutan terluka di dalam kasus penembakan itu,” ungkpanya.

Kelima, siapa anak di bawah umur berinisial AP dan kenapa yang bersangkutan terluka dalam kasus penembakan itu?

Kelima pertanyaan ini kata Neta perlu ditelusuri Polda Jabar untuk mengungkap kasus penembakan itu secara transparan.

“Selain itu Propam perlu memeriksa atasan pelaku, kenapa membiarkan yang bersangkutan bebas membawa bawa senjata api di tengah malam, meski tidak sedang bertugas.

Semua ini perlu dilakukan agar pengawasan terhadap sikap dan perilaku jajaran bawah kepolisian bisa maksimal dilakukan.

Sehingga jajaran bawah kepolisian tidak arogan dan semena-mena serta tidak bergaya seperti koboi dengan senjata apinya, yang sesungguhnya senjata api itu dibeli dengan uang rakyat,” paparnya.

Jika jajaran kepolisian tidak serius menangani kasus ini, dikhawatirkan aksi koboi-koboian jajaran bawah Polri akan terus berulang.

Sementara itu, menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Polda Jabar dan Polres Bogor sudah membentuk tim khusus untuk mengusut kematian kader Gerindra, Fernando Wowor tersebut.

Menurut mantan Kapolda Sumatera Selatan ini, anak buahnya telah mengetahui jenis senjata api yang digunakan oleh Briptu AR, anggota Brimob tersebut. Kapolda pun juga memastikan senjata api yang digunakan oleh AR itu resmi organik Polri. “Jenis HS-9,” ujarnya kutip Merdeka.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agung Budi Maryotoaksi koboiaksi polisi koboianggota BrimobBrimob tembak kader GerindraBriptu ARdiskotekFernando WoworInd Police WatchIPWkader GerindraKapolda JabarKetua Presidium IPWNeta S PanepenembakanPolda JabarpolisiPolres BogorPolri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal LGBT, HNW Harap DPR Percepat Revisi KUHP
Tulisan selanjutnya Berdalih Euthanasia, Diaken Katolik di Belgia Bunuh Sedikitnya 10 Orang Plus Ibunya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?