Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

New York Investigasi Perusahaan Penjual Follower Palsu di Twitter

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Januari 2018 07:16 7:16 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Januari 2018 07:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pernah mendapati sebuah situs online yang tidak bermutu atau tidak dikenal memiliki pengikut (follower) banyak di Twitter atau media sosial lain? Kemungkinan besar mereka membeli atau mengakali jumlah pengikutnya tersebut. Saat ini pihak berwenang di New York sedang menyelidiki sebuah perusahaan yang menjual follower palsu di Twitter.

Kepala Kejaksaan New York mengatakan pihak berwenang di negara bagian memulai investigasi atas sebuah perusahaan yang diduga menjual jutaan follower palsu ke pengguna media sosial.

“Impersonasi dan tipu muslihat berdasarkan undang-undang di New York adalah ilegal,” kata Eric Schneiderman.

Perusahaan dimaksud, Devumi, dituding mencuri identitas asli milik banyak orang. Tuduhan itu dibantah Devumi, lapor New York Times seperti dilansir BBC.

Hari Sabtu (27/1/2018), NY Times mempublikasikan laporan mendalam perihal Devumi, termasuk wawancara dengan orang-orang yang diduga detil akun dan foto profilnya disalin guna dijadikan akun palsu “bots”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Orang-orang yang ingin terlihat memiliki banyak pengikut, termasuk mereka para artis, selebriti, pengusaha dan komentator politik, bisa membeli bots itu guna mendrongkrak jumlah pengikutnya.

Di media sosial, banyaknya pengikut bisa menambah gengsi, popularitas dan pengaruh sebuah akun, sehingga mendapatkan keuntungan langsung maupun sampingan, seperti iklan, sponsorship, tawaran kerja sama dan lainnya.

Di situs perusahaannya, Devumi menawarkan kesempatan untuk mendapatkan 250.000 tambahan pengikut di Twitter dengan harga mulai dari $12. Tidak hanya itu, kliennya juga bisa membeli tanda jempol “like(s)” dan “retweet(s)”.

Layanan serupa ditawarkan Devumi untuk pengguna media sosial lain seperti Pinterest, LinkedIn, Soundcloud dan YouTube.

Devumi mengklaim telah membantu 200.000 pemilik usaha, selebriti, musisi, Youtuber dan lainnya.

Perusahaan itu terdaftar dengan alamat domisili di New York. Namun, NY Times menduga alamat itu hanya sekedar tampilan muka saja, untuk menutupi lokasi asli Devumi di Florida dan para pekerjanya yang berada di Filipina.

Twitter menangggapi investigasi itu dengan mengatakan sedang berupaya untuk menghentikan ulah Devumi dan perusahaan-perusahaan sejenis lain.

Di masa lalu, Twitter dianggap tidak serius menangani masalah itu, dan kerap menganggap investigasi terhadap “bots” tidak akurat dan banyak cacatnya.

Devumi diduga menyimpan sedikitnya 3,5 juta akun otomatis, yang bisa dijual berkali-kali kepada pelanggannya. Diperkirakan sedikitnya 55.000 akun dengan data, alamat dan foto asli pemilik akun Twitter diolah menjadi bots, termasuk akun milik anak-anak.

Sejumlah orang yang menurut NY Times menggunakan jasa Devumi antara lain Martha Lane Fox (pengusaha dan anggota majelis tinggi parlemen Inggris), Paul Hollywood (juru masak terkemuka di Inggris), Hillary Rosen (komentator politik yang sering tampil di CNN), Randy Bryce (pengusaha pengolahan besi di Amerika Serikat yang beralih menjadi politikus Partai Republik).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lagi, 10 Orang Warga Suku Togutil Masuk Islam
Tulisan selanjutnya Bahas Kerja Sama JPH, Menteri Malaysia akan Temui Menag RI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?