Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Ada ‘Kasih Sayang’ dalam Siaran Valentine’s Day

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Februari 2018 07:59 7:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Februari 2018 07:59
Bagikan
Perempuan Pakistan membakar simbol Valentine's Day
Bagikan

Hidayatullah.com—Badan regulasi media Pakistan telah melarang semua jaringan televisi dan stasiun radio menyiarkan program yang berhubungan dengan Hari Valentine, menurut sebuah pernyataan, sesuai dengan perintah pengadilan lapor Aljazeera pada Kamis, 8 Februari 2018.

Otoritas Regulasi Media Elektronik Pakistan (PEMRA) mengumumkan pelarangan itu pada Rabu, sesuai dengan perintah dari Pengadilan Tinggi Islamabad yang dikeluarkan pada tahun lalu.

Hari Valentine, yang dinamakan menurut nama seorang santo Kristen yang mati demi cinta, seringkali ditandai di Pakistan yang mayoritas beragama Islam, dengan toko-toko menjual barang bertema Valentine, restoran memberikan penawaran khusus untuk para pasangan dan toko bunga yang mengalami peningkatan penjualan.

Abdul Waheed, yang mengajukan petisi itu, mendaftarkan sebuah kasus pada pengadilan tinggi awal 2017 lalu yang memprotes bahwa perayaan Valentine’s Day telah menyebarkan “imoralitas, ketidaksenonohan dan keadaan telanjang (nudity)” di Pakistan.

Pada 13 Februari, sehari sebelum Valentine’s Day tahun lalu, Hakim Shaukat Siddiqui mengeluarkan pemberitahuan mengikat yang memerintahkan pelarangan penuh atas semua program siaran yang berhubungan dengan Hari Valentine, serta pelarangan lainnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tidak ada even resmi yang boleh diselenggarakan maupun even apapun di ruang publik,” perintah pengadilan kala itu.

Baca: Pakistan Larang Perayaan Hari Valentine

Putusan final belum dikeluarkan terkait kasus ini, yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Kasus 2017 itu terjadi setelah Presiden Pakistan Mamnoon Hussain pada tahun sebelumnya dengan marah menyatakan bahwa perayaan Valentine merupakan budaya impor yang mengancam nilai-nilai Pakistan.

“Valentine’s Day tidak ada hubungannya dengan budaya kita dan harus dihindari,” kata Hussain saat itu.

Sebelumnya, otoritas sipil telah mengabaikan pelarangan itu, dengan mengatakan mereka tidak dapat menutup setiap bisnis yang mengiklankan promosi terkait perayaan Hari Valentine.

Benturan Budaya

Hari libur yang bersifat komersial dan perayaan seperti Valentine’s Day semakin menjadi tempat terjadinya kontesasi budaya di Pakistan.

Tahun lalu, toko-toko online mengiklankan ‘Black Friday’ pada November – sejalan dengan sebuah tradisi yang diikuti sebagian besar di Amerika Serikat setelah hari libur Thanksgiving –menghadapi reaksi keras para pengguna media sosial, yang menuduh mereka merendahkan hari suci umat Islam.

Kontesasi itu terhadap pengaruh Barat juga kadang-kadang menyebabkan protes dan serangan.

Baca: MUI dan DMI Ingatkan Valentine’s Day Haram

Pada 2013, aktivis sosial terkenal Sabeen Mahmud menyelenggarakan demonstrasi berjuluk “Pyaar ho jaane do” (‘Let love happen’) di selatan kota Karachi, menyerukan perlawanan terhadap pelarangan Hari Valentine.

Mahmud menerima beberapa ancaman pembunuhan karena sikapnya itu. Pada April 2015, dia ditembak mati oleh penyerang bermotor, beberapa menit setelah mengadakan sebuah diskusi kontroversial terkait hak etnis Baloch.

Dalam wawancara yang dilakukan dari penjara, Saad Aziz, yang telah dinyatakan bersalah karena pembunuhan itu, mengutip aktivitasnya terkait Valentine’s Day sebagai salah satu alasan dia menjadi target pembunuhan.

“Tidak ada satupun alasan khusus: dia secara umum mempromosikan nilai liberal dan sekuler,” Saad mengatakan pada majalah Pakistan, Herald. */Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:channel TVHari Kasih Sayangkasih sayangliberalmediapengadilansekulertelevisiTVValentine's Day
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Denmark Berencana Larang Cadar
Tulisan selanjutnya Subuh yang “Telat” di Islamabad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?