Hidayatullah.com—Sebuah partai politik baru di Inggris yang terinspirasi dari gerakan En Marche! besutan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah diluncurkan di London.
Dengan hanya 13 bulan waktu tersisa sebelum Inggris benar-benar keluar dari Uni Eropa, pihak-pihak penentang Brexit melakukan berbagai cara untuk menghentikan langkah Inggris meninggalkan persekutuan ekonomi terbesar dunia itu. Mereka menyebut Brexit sebagai kesalahan terbesar sejak Perang Dunia Kedua.
Renew, yang dibentuk tahun lalu setelah gerakan En Marche! melambungkan Emmanuel Macron ke puncak pemerintahan Prancis, mengatakan menarget kelompok pendukung Inggris tetap sebagai anggota Uni Eropa.
James Torrance, kepala strategi partai itu, mengatakan pihaknya akan bersikap keras terhadap Brexit. “Kami akan menekan anggota-anggota parlemen untuk mempertimbangkan kepentingan nasional dan mengembalikan lagi ‘Remain’ ke atas meja pemilihan dalam kesepakatan final UE,” ujarnya, menegaskan agar pilihan “tetap sebagai anggota UE” dimunculkan kembali.
Renew –yang didirikan oleh seorang akuntan, seorang mantan jurnalis dan seorang konsultan– berencana ikut ambil bagian dalam pemilihan lokal bulan Mei mendatang dan dalam pemilihan nasional yang memperebutkan 650 kursi di parlemen.
Dalam referendum 2016, sebanyak 51,9 persen atau 17,4 juta orang memilih untuk meninggalkan Uni Eropa. Sedangkan 48,1 persen atau 16,1 juta orang Inggris memilih negaranya tetap menjadi anggota Uni Eropa.
Apabila dukungan kepada anti-Brexit itu besar dalam pemilu mendatang, maka pemerintahan PM Theresa May kemungkinan akan kehilangan dukungan dan nasib Brexit kembali tidak jelas.*