Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bayi Karim Tinggal di Bawah Tanah Menghindari Pengepungan Ghouta Timur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Maret 2018 10:27 10:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Maret 2018 10:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap Rezim Bashar al Assad, “Bayi Karim” – yang kehilangan satu mata pada serangan udara rezim – berlindung di bawah tanah untuk bertahan hidup.

Warga sipil terpaksa berlindung di bawah tanah karena serangan udara yang dilakukan oleh rezim Bashar al-Assad dan pendukungnya di daerah pinggiran Ghouta, Suriah yang dijajah.

Sejak Anadolu Agency pertama kali melaporkan ceritanya, ribuan orang telah menyatakan dukungannya untuk anak tersebut melalui kampanye media sosial online.

“Saya membawa Karim dan saudara-saudaranya ke tempat penampungan bawah tanah (shelter). Karim telah tinggal di tempat penampungan (shelter) selama delapan hari bersama saudara-saudaranya. Banyak orang berada di tempat penampungan bawah tanah (shelter) ini. Tidak ada yang meninggalkan mereka karena serangannya belum dihentikan,” ungkap ayah bayi itu, Ebu Muhammad, dikutip dari Anadolu Agency.

Dia mengatakan tidak ada makanan, cahaya, listrik dan panas di tempat penampungan dimana anak-anak tinggal dan pesawat terus-menerus melayang-layang di atas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Aktivis Gelar Aksi Dukungan Bayi Suriah Korban Assad

Menurut kelompok pertahanan sipil Suriah, White Helmet, jumlah korban telah melampaui 400 dalam seminggu terakhir karena serangan sengit Rezim Assad.

Dalam dua minggu terakhir, rezim tersebut telah menargetkan 22 pusat kesehatan, sebuah masjid dan sebuah panti asuhan di Ghouta Timur.

Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi yang disahkan oleh Turki, Rusia dan Iran dimana tindakan agresi dilarang.

Baca: “Katakan Selamat Tinggal, Anakku!”

Pada hari Sabtu, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi sebuah resolusi yang menuntut gencatan senjata 30 hari untuk mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Resolusi tersebut, yang disiapkan oleh Swedia dan Kuwait, juga menyerukan evakuasi medis 700 orang, terutama di Ghouta Timur, yang telah dikepung selama lima tahun terakhir, mencegah pengiriman makanan dan obat-obatan dan membiarkan ribuan pasien yang membutuhkan pengobatan.

Suriah telah terkunci dalam perang sipil yang menghancurkan sejak awal 2011 ketika rezim tersebut menindak demonstran dengan keganasan yang tak terduga.

Menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik tersebut.*/Sirajuddin Muslim

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadBayi KarimGhouta TimurpengepunganPertahanan Sipil SuriahsuriahWhite Helmet
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beberapa Bulan Lalu Ditembak Kepalanya, Serdadu Zionis Tangkap Sepupu Ahed Tamimi
Tulisan selanjutnya Sidang Vonis Jumat ini, Pengacara Yakin Jonru Bebas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?