Hidayatullah.com–Seorang anggota parlemen Belanda dari sayap kanan diperintahkan untuk menghapus komentar-komentarnya di media sosial yang membandingkan pembatasan Covid-19 dengan Holocaust.
Thierry Baudet, pemimpin Partai Forum untuk Demokrasi, mengatakan di Twitter bahwa orang-orang yang tidak divaksinasi adalah “Yahudi baru” dan mereka yang berusaha mengelak dari vaksinasi adalah “Nazi baru”.
Empat orang yang selamat dari Perang Dunia Kedua dan sebuah organisasi Yahudi menggugatnya ke pengadilan, menuduhnya meremehkan Holocaust.
Pengadilan kemudian memerintahkan Baudet agar menghapus komentarnya itu dalam kurun 48 jam kalau tidak maka dikenai denda €25.000 per hari, lansir BBC Rabu (15/12/2021).
Seorang hakim menilainya telah “menyerang korban Holocaust dan kerabat mereka secara sia-sia”.
Dia juga dilarang menampilkan gambar Holocaust apa pun selama debat tentang aturan Covid Belanda.
Dalam serangkaian komentarnya di media sosial pada bulan November, Baudet membuat perbandingan antara orang yang tidak divaksinasi dan korban penganiayaan Nazi, karena aturan Covid-19 Belanda memblokir akses ke beberapa tempat umum bagi mereka yang belum disuntik vaksin.
Baudet juga memuat gambar kamp konsentrasi Nazi, dengan tulisan: “Bagaimana MUNGKIN tidak melihat bagaimana sejarah berulang?”
Pengacara Baudet bersikeras bahwa kliennya tidak bermaksud ofensif, melainkan ingin memperingatkan bahwa pembatasan itu dapat menyebabkan diskriminasi terhadap orang yang tidak divaksinasi.*