Hidayatullah.com–Turki masih menolak keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Jerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Israel, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kemarin lapor Middle East Monitor pada Jumat 2 Maret 2018.
Berbicara pada konferensi bersama dengan Presiden Mauritania, Mohamed Ould Abdel Aziz, di Ibu Kota Nouakchott, Erdogan mengatakan: “Kami tidak akan pernah berkompromi terkait pendirian kami atas Jerusalem,” menenkankan bahwa “Al-Quds [Jerusalem] merupakan Ibu Kota Palestina, yang telah kami deklarasikan.”
“Al-Quds sangat penting bagi dunia Kristen sama pentingnya seperti bagi Muslim,” kantor kepresidenan Turki mengutip perkataan Erdogan.
“Keputusan AS untuk merelokasi kedutaan besarnya di Tel Aviv ke Jerusalem tidak mengikat kami dengan cara apapun,” pemimpin Turki itu mengatakan.
Pada 6 Desember, meski mendapat penentangan dari seluruh dunia, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. Keputusan itu memicu demonstrasi di seluruh dunia.
Erdogan tiba di Mauritania pada Rabu, 28 Februari 2018, untuk kunjungan keduanya di negara Afrika tersebut.
Setelah Mauritania, Erdogan bertolak menuju Senegal dan Mali. Lawatan pertama ke Afrika berlangsung pada Desember 2017. Ketika itu Presiden Turki ini berkunjung ke Sudan, Chad, dan Tunisia.*/Nashirul Haq AR