Hidayatullah.com– Penangkapan orang-orang yang disebut-sebut sebagai “anggota Muslim Cyber Army (MCA)” terus menjadi sorotan publik.
Belakangan nama Muhammad Luth salah satu tersangka yang berhasil ditangkap sedang ramai diperbincangkan warganet. Beberapa pengguna media sosial (medsos) menduga bahwa pria yang di tangkap di Sunter, Jakarta Utara, ini merupakan pendukung terpidana penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Dugaan ini muncul setelah banyak warganet menemukan banyak cuitan Luth di akun Twitternya yang secara terang-terangan mendukung tahanan penodaan agama yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Luth juga kerap kali menulis pernyataan menyerang pihak non-pendukung Ahok.
Baca: “Penangkapan MCA Palsu Besar Kemungkinan karena Kecewa Kekalahan Politik”
Seperti yang diungkap oleh pemilik akun @EVALockheart, ia merasa aneh pasalnya akun Twitter Luth banyak sekali mem-follow akun-akun pendukung Ahok, seperti akun bermana JokowiAhok2019, Ahok Tetap Dihati, dan sebagainya.
“Masuk akal gak kalo ketua MCA @Cak_Luth follow akun2 begini?,” tulis pemilik akun @EVALockheart kutip Jawapos.com.
MCA yang sebenarnya, kata pegiat media sosial Mustofa B Nahrawardaya, kepada hidayatullah.com di Jakarta, Kamis (01/03/2018), mereka selama ini konsen membela Islam lewat dunia siber.
Sementara itu, “anggota MCA” yang ditangkap kepolisian selama ini disebut-sebut pihak yang “membela Islam dengan cara menyebar berita bohong dan cenderung mengadu domba”. Ternyata, diketahu di salah satu unggahan Luth justru ia malah menyerang kelompok Islam dan para pendukungnya.
“Baru tau gw yang ngakunya ketua MCA Family, tapi isi tweetnya benci sama FPI ngedukung jokowi ahok hahahahaha,” tulis pemilik akun @henao_212.
Baca juga: Aktivis: Jika Ada Kelompok Ngaku Pimpinan MCA Pasti Itu Palsu
Dari pantauan media, di dalam akun Twitter @Cak_Luth yang diduga akun milik tersangka Luth banyak cuitan bernada dukungan pada Ahok. Cuitan ini ditulis sekitar bulan Desember 2016 atau menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
“Lah…yang berpengalaman kan Ahok pak..,” tulis Luth di akun Twitternya.
Cuitan tersebut merupakan balasan terhadap pernyataan Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Jakarta butuh pemimpin berpengalaman dan bukan yang belum matang.
Tidak hanya itu, Luth juga merespons pernyataan Addie MS. Musisi senior Tanah Air ini pada saat itu memang menjadi relawan Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Addie diketahui menulis pernyataan bahwa ia merasa bangga terhadap Djarot Saiful Hidayat yang dianggap telah bekerja dengan penuh integritas.
“Jadi Pak Ahok gak salah pilih wakil yah mas,” jawab Luth di akun Twitternya.
Selain itu Luth juga menentang keras pernyataan pengamat politik Margarito Kamis. Pria asal Ternate ini menyebut bahwa orang-orang yang kerap memuji Ahok adalah orang gila.
“Orang yang masih mau denger omongan Margarito orang dongok…,” tegas Luth di akun Twitternya @Cak_Luth.
“Saya sangat berterima kasih kepada polisi karena bisa menangkap MCA yang tidak asli. Karena dari merekalah, citra MCA yang asli jadi buruk. Karena ulah merekalah, MCA yang berdakwah dengan landasan al-Qur’an dan Hadits, serta keadaban, kini menjadi kotor oleh ulah segelintir penumpang gelap,” ujar Mustofa kepada hidayatullah.com.*