Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Penduduk Ghouta Timur Menolak Meninggalkan Tanah Mereka

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Maret 2018 16:56 4:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Maret 2018 16:56
Bagikan
Sebuah Rumah Sakit hancur setelah Rezim Bashar al Assad melakukan serangan udara di Ghouta Timur Suriah, 21 Februari 2018
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam serangan dan pelanggaran HAM yang mencolok rezim Suriah, para penduduk Ghouta timur bersumpah tidak akan meninggalkan rumah mereka bahkan jika rezim menghancurkan semuanya.

Mohammed Yaref, seorang penduduk Ghouta timur, mengatakan pada Anadolu Agency bahwa pemukimannya yang dibombardir rezim hanya berisi penduduk sipil dan tidak terdapat satupun markas militer, menunjuk bahwa bombardir telah membunuh setengah dari penduduk pemukiman tersebut.

Yaref menuduh dunia dan Dewan Keamanan PBB “berbohong dan mengabaikan” para penduduk sipil yang menderita di Ghouta timur, berkomentar bahwa para penduduk sipil harus bersembunyi di terowongan bawah tanah untuk menghindari bombardir, tetapi mereka menghadapi kelaparan yang telah mengancam mereka sejak awal operasi militer itu.

“Jika hal seperti ini terjadi di Eropa atau Israel, dunia tidak akan tinggal diam,” kata dia, menyerukan masyarakat internasional bertindak untuk menghentikan apa yang sedang terjadi di Ghouta. Yaref menekankan bahwa tidak peduli berapa lama bombardir akan berlangsung, para penduduk Ghouta tidak akan meninggalkan rumah mereka, dia menambahkan mereka lebih memilih mati dari pada harus pergi.

Baca: 560 Orang Tewas dan 2.000 Terluka di Ghouta dalam 9 Hari

Penduduk Ghouta lain, Maha Okasha, seorang guru, mengatakana sektor pendidikan di wilayah itu mengalami kerusakan besar karena pengeboman yang telah membunuh banyak murid dan guru.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

“Saya memiliki seorang murid kelas tiga yang terbunuh dalam pengeboman, dan murid lain kelas satu yang dapat diselamatkan dari reruntuhan bangunan dan dia masih tidak sadar. Para guru di sekolah saya juga terbunuh,” dia mengatakan pada Anadolu Agency.

Tamim Al-Dahm mengatakan rezim telah menghancurkan semuanya di wilayah itu, dan situasinya menjadi tidak dapat digambarkan.

“Kami hanya petani dan kami bukanlah teroris,” katanya menambahkan bahwa dia terkejut oleh penggunaan semua jenis senjata yang digunakan rezim di Ghouta timur. Al-Dahm mengatakan bahwa pemukimannya terkena dua rudal yang menghancurkan lusinan rumah.

“Kami tidak akan meninggalkan tanah kami apapun harganya,” dia menekankan.

Sementara itu, Mohammed Awad, yang kehilangan dua anak laki-lakinya dalam serangan rezim, mengatakan “rezim telah menarget semua bangunan dan kami menghabiskan seluruh waktu kami menarik orang-orang dari reruntuhan.”

Baca:  Media Pro-Assad Manipulasi Video Palsu Memojokkan Kelompok Oposisi Ghouta

Pasukan rezim Suriah didukung angkatan udara Rusia memulai serangan paling kejinya atas Ghouta timur pada 19 Februari.

Ghouta timur juga merupakan salah satu dari empat zona de-eskalasi yang didirikan pada Mei lalu oleh Rusia, Iran dan Turki dengan tujuan untuk menghentikan pertumpahan darah perang sipil Suriah. Meskipun begitu, wilayah itu telah mengalami bombardir yang hampir konstan selama berbulan-bulan, dengan pengiriman bantuan yang dibatasi, menyebabkan 400.000 penduduk sipil berjuang untuk bertahan hidup.

Pada Sabtu, dewan keamanan PBB secara bulat sepakat menyerukan genjatan senjata selama 30 hari di seluruh Suriah, sementara para sukarelawan di Ghouta mengatakan satu minggu pengeboman tanpa henti menyebabkan mereka tidak mempunyai cukup waktu untuk menghitung jumlah korban terbunuh dalam salah satu serangan udara paling mematikan perang Suriah. Tidak lama pemungutan suara, pesawat-pesawat jet rezim menyerang kota lain di provinsi itu.

Merespon seruan PBB, Rusia mengumumkan pada Senin sebuah “genjatan senjata kemanusiaan harian” selama lima hari di Ghouta timur, mulai Selasa untuk membantu mengevakuasi penduduk sipil dari wilayah itu.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadBulan Sabit MerahGhouta Timurhukum internasionaliranKerem KinikPalang Merah InternasionalPelanggaranpenduduk Sipilrusiasipilsuriahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengalaman Ketertindasan dan Anopsia Nalar Gender
Tulisan selanjutnya Erdogan: Kami Tak Akan Berkompromi terkait Posisi Kami atas Jerusalem

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?