Hidayatullah.com—Bukannya bertambah, gaji para pekerja di Eropa justru melorot 20 persen antara tahun 2010 dan 2017, menurut hasil kajian terbaru.
Hasil kajian yang diberi judul “Benchmarking Working Europe 2018”, dirilis hari Senin (19/3/2018) oleh European Trade Union Confederation (ETUI), mengkaji ‘gaji sesungguhnya’ dari para pekerja yang mana faktor biaya hidup dimasukkan dalam perhitungan. Kajian meliputi negara-negara anggota Uni Eropa dan Norwegia dalam kurun sepuluh tahun terakhir.
Menurut kajian itu, dari sembilan negara yang mengalami penurunan gaji secara keseluruhan selama tujuh tahun, enam dari mereka yaitu Italia, Inggris, Spanyol, Belgia, Yunani dan Finlandia, juga mengalami penurunan dari tahun 2016 ke 2017.
Pada tahun 2017, para pekerja di Yunani mengalami penurunan gaji paling tajam sejak 2010. Rata-rata gaji mereka turun 19%, sementara negara tetangga Siprus mengalami pengurangan gaji 10%. Selama tujuh tahun pekerja di Finlandia mengalami penurunan gaji 1%, tetapi dari tahun 2016 ke 2017 mereka mengalami penurunan 2%.
Sementara itu, pekerja di kawasan Eropa Timur menikmati kenaikan pendapatan. Orang-orang di Bulgaria rata-rata menikmati kenaikan gaji 55% antara tahun 2010 dan 2017, sementara orang Latvia mendapat tambahan 44%.
Resesi global, yang dipicu oleh krisis kredit perumahan di Amerika Serikat tahun 2007-2008, berdampak pada menyusutnya perekonomian Uni Eropa. Utang nasional dan pengangguran melonjak di banyak negara anggota UE, sementara dunia usaha berusaha bertahan di tengah-tengah melemahnya daya beli masyarakat. Industri manufaktur dan pariwisata Eropa juga ikut terpukul.*