Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pekerja Google Minta Perusahaan Hentikan Kerja Sama dengan Militer AS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 April 2018 20:13 8:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 April 2018 20:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan pekerja Google menandatangani surat terbuka berisi tuntutan agar perusahaan itu menghentikan kerja sama dengan militer Amerika Serikat.

Project Maven yang mereka garap berkaitan dengan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan ketepatan bidik drone-drone dalam serangan militer.

Para pekerja khawatir keterlibatan Google dalam proyek itu memicu citra buruk yang tak dapat dipulihkan terhadap perusahaan.

“Kami berkeyakinan bahwa Google seharusnya tidak terlibat dalam bisnis perang,” bunyi surat yang ditujukan kepada CEO Google Sundar Pichai seperti dilansir BBC Kamis (5/4/2018).

“Oleh karena itu kami meminta Project Maven dibatalkan, dan Google merancang, mempublikasikan serta menerapkan kebijakan jelas yang menyatakan bahwa Google maupun kontraktornya tidak akan pernah mengembangkan teknologi untuk peperangan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut laporan New York Times surat tersebut ditandatangani oleh 3.100 pekerja, termasuk insinyur-insinyur senior Google, dan mereka sudah pernah menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada manajemen secara internal. Google saat ini mempekerjakan 88.000 orang di berbagai negara di dunia.

Situs berita teknologi Gizmodo bulan Maret melaporkan Google mengkonfirmasi bahwa pihaknya memperbolehkan Pentagon menggunakan sebagian teknologi pengenalan citranya sebagai bagian dari proyek militer.

Seorang jubir Google mengatakan kepada BBC, “Maven adalah proyek Departemen Pertahanan yang terpublikasi dengan baik dan Google bekerja sebagai salah satu bagian darinya, khususnya yang mencakup tujuan non-ofensif dan menggunakan software pengenalan obyek open-source yang tersedia bagi siapapun pengguna Google.”

“Modelnya hanya berdasarkan pada data bukan rahasia. Teknologinya dipakai untuk menandai citra (gambar) manusia dan dimaksudkan untuk menyelamatkan nyawa, dan menyelamatkan orang dari pekerjaan yang sangat melelahkan.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria India Awetkan dan Simpan Mayat Ibunya 3 Tahun di Lemari Es
Tulisan selanjutnya Tuduh koleganya Gulenis, Peneliti di Univ Osmangazi Bunuh 4 Staf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?