Hidayatullah.com–Menjelang Persidangan terhadap mantan Presiden Mesir Mohammad Mursy pada Selasa (04/02/2013), demonstrasi massa menetang kudeta terus terjadi di berbagai kota.
Muhammad Abu Nasr, Mentri Pendidikan dan Pembinaan mengumumkan bahwa awal tahun ajaran baru akan diundur sampai dengan tanggal 22 Februari mendatang bagi sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren Al-Azhar.
Keputusan ini menyusul keputusan sebelumnya yang memundurkan tahun ajaran baru bagi Universitas Al-Azhar pada tanggal yang sama.
Hal ini diperkirakan oleh karena aksi demonstrasi Pergerakan Pelajar Penentang Kudeta yang terus menerus berlangsung.
Di antaranya demonstrasi terjadi di daerah Mansuroh yang kali ini dilakukan oleh para pelajar sekolah yang tergabung dalam Pergerakan Pelajar Penentang Kudeta di bawah syi’ar yang mereka beri nama “Suatu Hari Di antara Hari-Hari Rob’ah.”
Pengadilan di berbagai kota terus meenjatuhkan hukuman bagi tersangka yang ditangkap atas tuduhan demonstrasi.
Syubrol Khoimah menjatuhi hukuman penjara 2 tahun bagi 14 demonstran dan denda uang sebsar 50.000 Le perorang.
Juga Mahkamah Nasr City menjatuhi hukuman 5 tahun penjara bagi enam orang wanita. Di antaranya adalah Khodijah Ismail Mahasiswi Al-Azhar, semuanya atas tuduhan berdemonstrasi menentang kudeta.
Penggeledahan
Militer melakukan penggeledehan terhadap penumpang Bus Jurusan Darosah-Distric 10 di Terminal Darrosah, Kairo.
Penggeledahan dilakukan selama tiga hari berturut-turut.
Hidayatullah.com yang sedang berada di bus menjadi menjadi bagian yang digeledah.
Beberapa Kantor Militer dan Kepolisian sepanjang jalur bus dari Darrosah menuju Distric 10 nampak melakukan perbaikan fisik dengan membangun tembok yang lebih tinggi, pagar beton yang ditata di depannya, serta menutup beberapa ruas jalan raya.
Di depan kantor nampak pasukan keamanan yang berjaga-jaga di pos penjagaan dengan senjata laras panjang model Kalashnikov di balik tumpukan kantong pasir.*/Anshory (Mesir)