Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Komandan Senior Taliban Tewas dalam oleh Serangan ISIS di di Rumah Sakit Kabul

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 November 2021 10:56 10:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 November 2021 11:30
Bagikan
afghanistan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang komandan militer Taliban tewas dalam serangan pemboman bunuh diri ISIS dan serangan senjata di sebuah rumah sakit di ibukota Afghanistan, kata para pejabat Imarah Islam Rabu. Sedikitnya 19 orang tewas dalam serangan Selasa di rumah sakit militer utama Kabul, menurut seorang pejabat kementerian kesehatan yang tidak mau disebutkan namanya.

Daftar isi
  • ‘Hidup kita akan segera berakhir’
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Taliban menghabiskan 20 tahun memberontak melawan pemerintah asing dukungan AS yang digulingkan sebelum menguasai Kabul pada Agustus. Namun sekarang mereka tengah berusaha membawa stabilitas Afghanistan, yang telah diganggu serangkaian serangan berdarah yang diklaim oleh saingannya, Negara Islam-Khorasan (IS-K), dalam beberapa pekan terakhir.

Hamdullah Mokhlis, seorang anggota jaringan garis keras Haqqani dan seorang perwira di pasukan khusus Korps Badri, adalah tokoh paling senior yang tewas sejak Taliban merebut Kabul. “Mendapat informasi bahwa Rumah Sakit Sardar Daud Khan diserang, Maulvi Hamdullah (Mokhlis), Komandan Korps Kabul, segera bergegas ke tempat kejadian,” kata pejabat media Taliban.

“Kami mencoba menghentikannya tetapi dia tertawa. Kami kemudian mengetahui bahwa dia mati syahid dalam pertarungan tatap muka di rumah sakit,” tambahnya.

Serangan itu dimulai dengan seorang pembom bunuh diri meledakkan bahan peledaknya di dekat pintu masuk fasilitas sebelum orang-orang bersenjata memasuki halaman rumah sakit. Sebagai bagian dari tanggapan, penguasa baru Kabul mengerahkan pasukan khusus mereka ke atap gedung dengan helikopter yang ditangkap dari bekas pemerintah Afghanistan yang didukung AS.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di saluran Telegramnya, IS-K mengatakan bahwa “lima pejuang kelompok Negara Islam melakukan serangan terkoordinasi secara simultan” di situs tersebut.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengecilkan jumlah korban tewas dan mengatakan serangan itu dihentikan dalam waktu 15 menit berkat intervensi cepat.

‘Hidup kita akan segera berakhir’

ISIS telah mengklaim empat serangan massal sejak pengambilalihan Taliban pada 15 Agustus, termasuk sebuah bom bunuh diri yang menargetkan masjid-masjid Muslim Syiah.   Rumah sakit, yang merawat tentara yang terluka dari Taliban dan mantan pasukan keamanan Afghanistan, sebelumnya diserang pada tahun 2017, ketika orang-orang bersenjata yang menyamar sebagai personel medis menewaskan sedikitnya 30 orang dalam pengepungan selama berjam-jam.

Serangan 2017 juga diklaim oleh kelompok Negara Islam. Saksi mata pada hari Selasa menggambarkan kepada AFP sebuah adegan teror, ketika pasien dan dokter mencoba mengunci diri di ruang atas dan tembakan meletus.

Seorang wanita yang terjebak di rumah sakit ketika serangan dimulai mengatakan kepada AFP bagaimana dia dan temannya “merasa kami akan mati, bahwa hidup kami akan segera berakhir”. “Ada ledakan di pintu,” kata Rowana Dawari, seorang penyair dan dosen, kepada AFP.

“Daesh datang dan mulai menembak, kami terjebak. Kami mendengar suara tembakan, kaca pecah. Kami mengunci diri di kamar mandi,” katanya, merujuk pada ISIS dengan nama lokalnya. “Kemudian, Taliban datang dan kami menemui mereka dengan dokter kami, jadi kami tahu itu baik-baik saja,” tambahnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanImarah Islam AfghanistanISISTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya vaksin anak SD Anak Usia SD Sudah Bisa Vaksin, Mari Percepat
Tulisan selanjutnya DPR: Tak Etis Ada Pejabat Negara yang Terlibat Bisnis Alat Tes PCR

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?