Hidayatullah.com–Duta besar Palestina untuk Malaysia mengatakan adik Dr Fadi al-Batash, yang diperkirakan akan segera tiba di Malaysia melalui Jerman, akan membantu pengiriman jenazah saudaranya menuju Gaza melalui Kairo, kutip Bernama.
Dr Fadi Al-Batash adalah adalah seorang ilmuwan dan dosen serta imam di sebuah surah di Malaysia, ditembak mati di Malaysia, akan dibawa kembali ke Gaza, sebagaimana diminta oleh pihak keluarga.
Duta Besar Palestina untuk Malaysia, Datuk Dr Anwar H Al Agha, mengatakan kedutaan menerima instruksi jelas dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk mengatur semuanya, termasuk kembalinya anggota keluarganya ke Gaza.
“Proses untuk membawa jenazah korban telah dimulai, tetapi mungkin memerlukan waktu karena proses otopsi masih dalam proses.
“Kami juga perlu berbicara dengan pemerintah Mesir karena kami akan membawa jenazah dari Kairo ke Gaza.
“Itu tidak mudah, tetapi kita harus mematuhi dan menghormati hukum dan peraturan masing-masing negara yang terlibat,” katanya dikutip Bernama hari Ahad.
Anwar yakin Malaysia akan bekerja sama dalam upaya ini dan adik laki-laki Batash yang diharapkan tiba di sini hari ini lewat Jerman, akan membantu dalam proses membawa kembali jenazah saudara laki-lakinya.
Keluarga Aman
Sementara pihak keamanan Malaysia menjamin keamanan untuk keluarga Dr Fadi al-Batash yang ditembak mati, termasuk keamanan Kedutaan Besar Palestina di Malaysia.
Baca: Mossad Dicurigai Berada Di Balik Pembunuhan Imam Palestina di Malaysia
Inspektur Jenderal Polisi, Tan Sri Mohamad Fuzi Harun, mengatakan polisi memberikan keamanan yang memadai, jadi tidak perlu khawatir tentang keselamatan mereka.
“Selain itu, jaminan keamanan juga diberikan kepada Kedutaan Besar Palestina di Malaysia,” katanya dalam konferensi pers di Markas Besar Polisi Malaysia Kuala Lumpur.
Dia mengatakan, penyelidikan atas pembunuhan orang-orang Palestina masih berlangsung berkaitan dengan berbagai aspek.
Batash, adalah seorang ilmuan dan dosen teknik elektro di sebuah lembaga pendidikan tinggi swasta di Malaysia, ditembak mati untuk melaksanakan shalat Subuh di Idaman Puteri Condominium, sekitar jam 6 pagi kemarin.
Dua orang pria yang banyak diyakini sebagai agen mossad-Israel dikatakan tengah menunggu korban sebelum melepaskan lebih dari 10 tembakan pada korban berusia 35 tahun ini.*