Hidayatullah.com—Dua orang yang berkaitan dengan Inggris ditangkap di Iran, menurut Kementerian Luar Negeri Inggris dan British Council.
Dilansir BBC Rabu (2/5/2018), mereka adalah Mahan Abedin pemilik kewarganegaraan ganda Iran-Inggris dan Aras Amiri warganegara Iran yang tinggal di London dan bekerja untuk British Council.
Abedin bukan warga Inggris pertama yang ditahan di Iran. Belum lama ini Abbas Edalat, akademisi Inggris-Iran, ditangkap pada bulan April di Teheran. Sedangkan Nazarin Zaghari-Ratcliffe, warga Inggris-Iran, ditangkap bulan April 2016 dan sekarang sedang menjalani hukuman penjara lima tahun di Iran.
British Council mengatakan bahwa Amiri, adalah wanita Iran yang bekerja untuk lembaganya dan tidak bekerja di Iran. Dia sedang mengunjungi keluarganya ketika ditangkap aparat. Lembaga yang mempromosikan hubungan budaya itu dilarang beroperasi di Iran tahun 2009 oleh presiden kala itu, Ahmadinejad.
Zaghari-Ratcliffe, menurut keluarganya, ditangkap ketika mengunjungi Iran dalam rangka berlibur dengan putrinya. Suaminya, Richard Ratcliffe, memimpin kampanye agar pemerintah Inggris mengupayakan pembebasannya. Anak perempuan mereka masih berada di Iran bersama kakek-neneknya, dan Ratcliffe belum dapat menjenguknya. Zaghari-Ratcliffe dipenjara dengan tuduhan berusaha menggulingkan pemerintah Iran. Dia sampai sekarang masih berada di bui, meskipun seorang diplomat Iran mengatakan pemerintah berusaha melakukan yang terbaik agar wanita itu dibebaskan.
November 2017, kantor berita Reuters melaporkan bahwa Iran telah menangkap sedikitnya 30 orang warga Iran yang juga memiliki kewarganegaraan asing dua tahun sebelumnya. Kebanyakan dari mereka dituduh melakukan aksi spionase.*