Hidayatullah.com–Kecaman berdatangan dari umat Islam terhadap tindakan sebuah perusahaan Jerman, yang menempatkan bendera Arab Saudi berkalimat Tauhid di tutup birnya, dan telah membombardir media sosial mengenai tindakan tidak sopan itu, kutip saudigazette.
Kedutaan besar Saudi di Berlin juga telah mengecam perusahaan Jerman tersebut dan telah mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah bertindak berkat informasi yang mereka terima melalui media sosial, di mana berita ini menjadi viral.
Foto-foto mengenai botol yang bercap bendera Saudi telah beredar di media sosial.
Baca: Peringati 3 Tahun Baiat Raja Salman, UIM Adakan Kuliah Sejarah Bendera Saudi
Sebagaimana diketahui, perusahaan Jerman “Eichbaum”, berlokasi di kota Mannheim, memuat bendera Kerajaan Arab Saudi di tutup botol salah satu produknya dan memicu badai kecaman di Twitter.
Kebanyakan ciutan mengecam perusahaan itu karena melukai sentiment Muslim dan mendesak penarikan produk ini. Hampir semua ciutan berakhir dengan mereka meminta perusahaan itu meminta maaf.
#DostKhan dalam tweetnya mengatakan: “Di Jerman sebuah perusahaan alkohol Eichbaum Bier menulis Lailaheillallah Muhammad Rasulullah pada tutup birnya untuk melukai umat Islam. Jerman harus mengambil tindakan & memaksa perusahaan ini meminta maaf atas tindakannya atau menutup (wajah)nya sendiri terhadap semua bentuk reaksi dari umat Islam.”
@Abu3ween menulis: “Dalam doktrin Islam, alkohol merupakan salah satu dosa terbesar. Menempatkan slogan Arab Saudi di produk ini merupakan sebuah hinaan pada agama Islam. Tolong ubah produkmu dan buat permintaan maaf.”
Sementara seorang wanita Jerman @DoraGezwitscher di Twitter berupaya menjelaskan situasi dengan menulis: “Sebuah pabrik bir swasta di Eichman mencetak 32 bendera di tutup botol bir mereka untuk merayakan Piala Dunia. Salah satu bendera yang dicetak ialah bendera Arab Saudi. Dan itu telah menyebabkan kecaman.
Baca: Pembawa Bendera ‘Tauhid’ yang Ditangkap Polisi Selesai Hafalan di Makkah
Saudi dalam pernyataannya mengatakan segera menghubungi otoritas Jerman yang bersangkutan dan menyatakan penolakan dan kecamannya pada tindakan perusahaan yang menempatkan bendera Kerajaan Arab Saudi, yang mengandung “Kalimat Tauhid”.
Dengan melakukan ini, perusahaan Jerman itu menodai “Kalimat Tauhid” dan melecehkan bendera Arab Saudi.
Kedutaan Saudi mengatakan sedang berhubungan dengan Kementrian Luar Negeri Jerman dan otoritas terkait lain untuk menghentikan produk, menariknya dari pasaran dan untuk mendapatkan permintaan maaf atas tindakan itu.*/Nashirul Haq AR