Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat Sebut 50 Pejabat Amerika Tengah yang Korup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Juli 2021 16:19 4:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Juli 2021 16:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut lebih dari 50 nama pejabat dan bekas pejabat, termasuk mantan presiden dan anggota parlemen aktif, tersangka korupsi atau orang yang melemahkan demokrasi di tiga negara Amerika Tengah.

Di antara tokoh paling terkemuka dalam daftar tersebut adalah mantan presiden Honduras José Porfirio “Pepe” Lobo Sosa dan istrinya Rosa Elena Bonilla de Lobo.

Laporan Deplu AS itu menyebut Lobo Sosa menerima suap dari kartel narkoba, sementara istrinya terlibat dalam penipuan dan penyelewengan dana. Keduanya menyangkal tuduhan tersebut. Vonis bersalah atas Bonilla dalam dakwaan-dakwaan terkait dibatalkan oleh Mahkamah Agung tahun lalu, dan dia sedang menunggu proses persidangan baru.

Tidak kalah signifikan dengan penyisipan nama Lobo Sosa dalam daftar itu adalah penghapusan nama presiden Honduras saat ini, Juan Orlando Hernández, dari senarai tersebut.

Jaksa Amerika Serikat di New York mencurigai Hernández mendanai aktivitas politiknya dengan uang suap dari penyelundup narkoba, tetapi dia belum resmi dijerat dakwaan. Saudara lelakinya, bekas anggota parlemen federal Juan Antonio “Tony” Hernández, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di New York pada bulan Maret setelah divonis bersalah atas apa yang digambarkan jaksa sebagai “perdagangan narkoba yang disponsori negara”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di El Salvador, mantan pejabat kabinet, seorang hakim dan kepala kabinet untuk Presiden Nayib Bukele dimasukkan dalam daftar tersebut. Carolina Recinos, kepala staf, disebutkan dalam daftar departemen luar negeri yang lebih pendek pada bulan Mei, tetapi pejabat di pemerintahan mengatakan dia tetap dipertahankan keberadaannya di kantor presiden. Daftar yang dirilis hari Kamis (1/7/2021) itu menudingnya terlibat dalam korupsi yang cukup besar berupa penyalahgunaan dana publik untuk keuntungan pribadi” dan berpartisipasi dalam skema pencucian uang.

Banyak dari tuduhan-tuduhan itu diketahui publik di Guatemala, Honduras dan El Salvador.

Daftar itu dimunculkan di kala pemerintahan Presiden AS Joe Biden sedang memusatkan perhatiannya pada korupsi yang merajalela di negara-negara Amerika Tengah, yang menyebabkan rakyat hidup sulit dan akhirnya mendorong mereka migrasi ke Amerika Serikat untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Eduardo Escobar, kepala badan akuntabilitas publik Citizen Action di El Salvador, mengatakan dia pada hari Rabu telah bertemu dengan Victoria Nuland, ketika wakil menteri AS untuk urusan politik itu berkunjung ke El Salvador.

“[Daftar itu] merupakan konfirmasi atas apa yang selama ini telah disembunyikan,” kata Escobar seperti dikutip The Guardian.

Sekarang, mereka tinggal melihat apakah Kejaksaan Agung El Salvador akan bertindak terhadap orang-orang yang ada di dalam daftar itu.

Di Guatemala, bekas presiden Alvaro Colom Caballeros dituduh terlibat penipuan dan penggelapan dalam kasus sistem bus baru di Guatemala City. Manuel Duarte Barrera, salah satu hakim agung saat ini, diduga “menyalahgunakan wewenangnya untuk mempengaruhi dan memanipulasi penunjukan hakim di pengadilan tinggi”.

Kepala jaksa anti-impunitas Guatemala, Juan Francisco Sandoval, mengindikasikan korupsi Guatemala jauh melampaui dari yang disebutkan dalam daftar.

“Menurut saya mereka tidak memasukkan sejumlah nama yang telah didakwa korupsi,” kata Sandoval . “Di kantor kejaksaan, kami menyelidiki ratusan orang dan ratusan lainnya telah dihukum. Saya pikir mereka perlu menyentuh jabatan tinggi dalam struktur yang korup, terutama mereka yang membiayainya.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAmerika TengahKorupsi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Euro 2020, dan Kelompok Pelangi yang Mewarnai
Tulisan selanjutnya Jerman Kombinasikan Vaksin AstraZeneca dengan Pfizer atau Moderna

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?