Hidayatullah.com– Kuwait mengutuk rezim teroris Israel yang menyerang para pengunjuk rasa damai menentang pembukaan kedutaan AS di Baitul Maqdis dan peringatan pawai ‘Kembali ke Palestina yang Terjajah’ yang menyebabkan lebih dari 60 orang gugur dan ribuan lain terluka.
Pada saat yang sama, Duta Besar Kuwait untuk PBB, Mansour al-Otaibi, mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengadakan pertemuan darurat untuk mencari penyelesaian kekerasan ini.
Baca: Presiden Erdogan Mengutuk Keras Tragedi Kemanusiaan di Gaza
Parade ‘Kembali ke Palestina yang Terjajah’ untuk memperingati 70 tahun Hari Nakba (bencana) di Perbatasan Gaza-Israel -yang bertepatan dengan pembukaan Kedutaan Besar AS di Baitul Maqdis- sampai hari ini telah banyak menelan korban jiwa dan luka.
Hari Nakba (Malapetaka) bagi warga Palestina, sebuah peringatan saat ratusan ribu warga Palestina diusir dari rumah-rumah mereka pada tahun 1948, bertepatan pendirian ‘Negara palsu Israel’ yang didukung Inggris dan Barat.
Penjajah Israel menembakkan peluru-peluru tajam, gas air mata, dan bom api ke kelompok-kelompok pemrotes di pagar Gaza yang telah menggalang kekuatan sejak enam minggu lalu.
Baca: Israel Membantai Warga Palestina, AS Justru Menyalahkan Hamas
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, total 107 warga Palestina telah gugur oleh Zionis Israel sejak demonstrasi ini dimulai pada 30 Maret 2018.
“Kami mengutuk apa yang terjadi di Palestina,” kata Mansour kemarin.* Nashirul Haq AR