Hidayatullah.com–Wakil Perdana Menteri Turki, Recep Akdag, mengatakan bahwa pemerintah Israel dan Mesir tidak memperbolehkan pesawat Turki memindahkan korban-korban luka akibat kekejaman Israel dari Gaza ke Turki.
Dia menegaskan bahwa Turki sedang berupaya mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menekan pemerintah ‘Israel’ agar memperoleh izin mendarat.
Akdag mengatakan hal itu di Bandara Internasional Ercan ketika sedang melakukan kunjungan resmi di Cyprus. Dia menambahkan di bawah instruksi Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Binali Yildirim, Ankara ingin membawa korban luka dari Gaza agar mendapat perawatan di Turki.
“Kepala Staf dan Direktorat Masalah Darurat telah mengirim pesawat untuk tujuan ini, dan personel Kementrian Kesehatan telah bersiap dan menunggu izin. Namun, pemerintah Israel dan Mesir sejauh ini tidak memperbolehkan pesawat-pesawat kami mendarat. Kementrian Luar Negeri Turki berupaya menyelesaikan masalah itu,” katanya dikutip Middle East Monitor.
“Saya menghubungi ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan meminta bantuan, seperti yang telah mereka lakukan pada krisis tahun 2014 ketika mereka menekan mereka (Israel dan Mesir),” katanya.
Kemenlu Turki kemarin memanggil duta besar Israel di Ankara, dan memberitahukannya protes resmi pemerintah Turki atas pembantaian di Gaza dua hari lalu. Turki kemudian meminta dubes Israel untuk meninggalkan negara itu untuk waktu yang tidak dapat ditentukan.
Baca: Ikon Perlawanan Palestina Berusia 16 Tahun Tiba di Turki
Di sisi lain, Kemenlu Israel meminta Konsulat Turki di Jerusalem untuk meninggalkan Israel sebagai tanggapan terhadap langkah Turki.
Sementara itu Menteri Pertanian Israel, Uri Ariel, mengumumkan penundaan impor sayuran dari Turki, juga untuk menanggapi pengusiran dubes Israel untuk Turki.*/Nashirul Haq AR