Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Di Afghanistan 1,1 Juta Anak Terancam Severe Wasting Malnutrisi Paling Parah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Mei 2022 07:09 7:09 am
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Mei 2022 07:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Di Afghanistan 1,1 juta anak di bawah usia 5 tahun kemungkinan akan mengalami severe wasting bentuk malnutrisi paling parah tahun ini, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

PBB dan badan-badan bantuan lainnya mampu mencegah kelaparan langsung setelah Taliban mengambil alih Afghanistan tahun lalu, meluncurkan program bantuan darurat besar-besaran yang memberi makan jutaan orang. Namun, mereka kesulitan untuk mengimbangi kondisi yang terus memburuk. Kemiskinan meningkat dan membuat lebih banyak orang Afghanistan membutuhkan bantuan, sementara harga pangan global meningkat akibat perang di Ukraina dan janji pendanaan internasional sejauh ini tidak tercapai. Demikian menurut laporan asesmen yang dikeluarkan bulan ini seperti dilansir Associated Press Kamis (26/5/2022).

Akibatnya, mereka yang rentan menjadi korban, termasuk anak-anak dan para ibu yang berjuang untuk menghidupi diri sendiri serta keluarganya.

 “Keempatnya meninggal karena masalah keuangan dan kemiskinan,” kata Nazia, wanita berusia 30 tahun, tentang dua putri dan dua putranya yang meninggal saat berusia di bawah 2 tahun karena malnutrisi. Ketika anak-anaknya jatuh sakit, dia tidak memiliki uang untuk mengobati mereka.

Nazia berbicara kepada The Associated Press di Rumah Sakit Charakar di Provinsi Parwan di utara Afghanistan, di mana dia dan putrinya yang berusia 7 bulan dirawat karena kekurangan gizi. Suaminya adalah buruh harian tetapi juga pecandu narkoba dan jarang memperoleh penghasilan, katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Disebabkan kemiskinan, “para ibu tidak memiliki nutrisi yang layak selama kehamilan, dan tidak dapat makan dengan benar setelah melahirkan,” kata Mohammad Sharif, seorang dokter di RS Charakar.

UNICEF, badan PBB untuk urusan kesejahteraan anak,  mengatakan 1,1 juta anak di Afghanistan tahun ini diperkirakan menderita gizi buruk akut, juga dikenal sebagai severe wasting. Angka itu hampir dua kali lipat tahun 2018 dan naik dari 1 juta kurang sedikit pada tahun lalu.

Severe wasting merupakan jenis malnutrisi yang paling mematikan, di mana makanan sangat kurang sehingga sistem kekebalan anak terganggu, menurut UNICEF. Penderitanya menjadi rentan terhadap berbagai serangan penyakit dan akhirnya menjadi sangat lemah sehingga tidak dapat menyerap nutrisi.

Jumlah anak berusia di bawah 5 tahun yang dilarikan ke tempat-tempat perawatan kesehatan karena malnutrisi akut terus bertambah. Dari 16.000 pada Maret 2020, angkanya naik menjadi 18.000 pada Maret 2021, lalu melonjak menjadi 28.000 pada Maret 2022, kata Mohamed Ag Ayoya, perwakilan UNICEF di Afghanistan, pekan lalu lewat Twitter.

Afghanistan mengalami darurat kelaparan akibat kekeringan yang berkepanjangan selama beberapa dekade dan perang, dan terjerumus ke dalam krisis sejak pengalihan kekuasaan ke tangan Taliban pada Agustus 2021. Pasalnya, begitu Taliban memegang pemerintahan, banyak negara dan lembaga internasional yang memberlakukan sanksi atau menarik diri dari dan memangkas bantuan miliaran dolar yang diberikan kepada Afghanistan, sehingga perekonomiannya lumpuh.

Jutaan orang terperosok ke dalam kemiskinan, berjuang untuk membeli makanan bagi keluarga mereka. Pada akhir tahun lalu, setengah dari populasi 38 juta hidup di bawah garis kemiskinan, menurut data PBB. Sementara perekonomian terus runtuh dan harga-harga naik, kemiskinan diperkirakan akan mencakup 97% dari populasi pada pertengahan 2022, menurut UN Development Program.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistananakgizi burukmalnutrisiPerserikatan Bangsa-Bangsasevere wastingTalibanUNICEF
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belum Mau Tanggapi Saran Jadi Kader Parpol, Anies Ungkap Rencana Usai Masa Jabatan Habis
Tulisan selanjutnya Kandungan Pestisida Buah dan Sayuran di Prancis Semakin Banyak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?