Hidayatullah.com–Johnson & Johnson diperintahkan untuk membayar ganti rugi sebesar USD4,7 miliar oleh para juri pada Kamis dalam kasus yang menduga adanya kaitan bubuk bedak bayi keluarnya dalam beberapa kasus kanker, kutip Anadolu Agency.
Sebanyak 22 wanita mengajukan tuntutan hukum terhadap Johnson & Johnson yang menuntut bahwa produk-produk berbasis bedaknya menyebabkan kanker ovarium.
Denda itu diberlakukan dalam beberapa fase. Sebelumnya pada hari itu, perusahaan diperintahkan untuk membayar USD550 juta sebagai kerusakan bagi para penggugat. Kemudian di sore hari, juri menemukan Johnson & Johnson juga harus membayar lagi ganti rugi sebesar USD4,14 miliar.
Baca: Malaysia Periksa Susu Formula Bayi Buatan Mead Johnson yang Diduga Dipalsukan
Pengacara untuk para wanita itu mengatakan kandungan asbes di bedak bayi talek Johnson & Johnson menyebabkan kanker ovarium. Lebih lanjut, pengacara berpendapat bahwa perusahaan mengetahui tentang asbes ini, tetapi menyimpan informasi tersebut.
Denda kali ini adalah yang terbesar untuk perusahaan yang terkait dengan bedak bayi ini. Johnson & Johnson sebelumnya juga telah membayar jutaan dollar karena beberapa tuntutan hukum di seluruh negeri yang dimulai pada awal 2016 lalu.
Talc adalah mineral paling lembut yang dikenal dalam dunia sains. Namun talc dapat secara alami terkontaminasi oleh asbes di tempat ia ditambang.
“Selama lebih dari 40 tahun, Johnson & Johnson telah menutupi bukti asbes dalam produk mereka,” Mark Lanier, pengacara untuk penggugat, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
“Kami berharap putusan ini akan mendapat perhatian dewan J&J dan akan mengarahkan mereka untuk memberi informasi lebih baik kepada komunitas medis dan masyarakat tentang hubungan antara asbes, talc, dan kanker ovarium. Perusahaan harus menarik talek dari pasar sebelum menyebabkan penderitaan, bahaya, dan kematian lebih lanjut dari penyakit yang mengerikan. ”
Putusan terhadapa J&J ini dijatuhkan setelah persidangan berlangsung selama enam minggu.*