Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sekitar 3 Miliar Hewan Asli Australia Jadi Korban Kebakaran Hutan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Juli 2020 19:30 7:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Juli 2020 19:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hampir 3 miliar ekor koala, kangguru dan hewan asli Australia lainnya mati atau kehilangan tempat tinggal dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2019 dan 2020, menurut studi yang dilakukan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) hari Selasa (28/7/2020).

Sekitar 143 juta mamalia, 2,46 miliar reptil, 180 juta burung dan 51 juta katak terdampak kebakaran hutan dan lahan terburuk kurun puluhan tahun terakhir di benua itu, kata WWF seperti dilansir Reuters.

Ketika kebakaran masih berlangsung, WWF memperkirakan jumlah hewan yang terdampak mencapai 1,25 miliar ekor. Kebakaran itu menghanguskan area seluas lebih dari 11 juta hektar di berbagai daerah di Australia bagian tenggara, atau setara dengan setengah wilayah Kerajaan Inggris.

“Ini menjadikannya salah satu bencana kehidupan alam liar paling buruk dalam sejarah modern,” kata pimpinan eksekutif WWF Australia Dermot O’Gorman dalam sebuah pernyataan.

Pimpinan proyek Lily Van Eeden, dari University Of Sydney, mengatakan riset itu merupakan analisis seluas benua pertama tentang dampak kebakaran hutan, semak dan lahan bagi kehidupan satwa liar, dan negara-negara lain dapat mengembangkan penelitian itu guna lebih memahami dampak karhutla di mana-mana.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jumlah hewan yang terdampak itu termasuk mereka yang kehilangan sarang akibat rusaknya habitat dan sekarang mengalami kekurangan makan dan tempat bernaung, atau kemungkinan terpaksa pindah ke habitat lain yang sudah ada penghuninya.

Setelah bertahun-tahun mengalami kekeringan, kondisi lahan semak di Australia menjadi luar biasa kering sehingga mudah terbakar. Dalam musim karhutla terburuk yang terjadi pada September 2019 sampai Maret 2020, sebanyak 34 orang manusia meninggal dunia dan hampir 3.000 rumah musnah.* 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiahewanhutankanggurukarhutlakebakarankoalalahansemak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Covid 19 Hotel dan Restoran di Kyrgyzstan Jadi Tempat Perawatan Covid-19
Tulisan selanjutnya Pengadilan Jerman Penjarakan 10 Anggota Kelompok Komunis Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?