Hidayatullah.com–Oksana Shachko, salah satu pendiri kelompok feminis Femen, ditemukan tak beryawa di flatnya di Paris, kata kelompok tersebut.
Wanita 31 tahun warga Ukraina itu ditemukan hari Senin (23/7/2018) beserta surat bunuh diri berada di samping jasadnya, lapor AFP.
“Dengan penyesalan dan kepedihan mendalam saua harus mengkonfirmasi kematian Shachko kata Inna Shevchenko, salah satu pendiri dan pemimpin Femen yang juga tinggal di ibukota Prancis.
Pendiri Femen lainnya, Anna Gutsol, menulis di Facebook, “RIP. Yang paling tidak kenal takut dan paling rentan Oksana Shachko sudah meninggalkan kita.”
Dilansir situs Australia News, media lokal di Prancis melaporkan bahwa teman-teman tokoh Femen itu berkata bahwa hal tersebut merupakan upaya bunuh diri ketiga dalam kurun dua tahun yang dilakukan oleh Shachko.
Shachko adalah salah satu dari empat feminis yang mendirikan Femen di Ukraina pada 2008. Kelompok ini menarik perhatian publik dengan aksi bugilnya saat melakukan unjuk rasa.
Mengasingkan diri sejak 2013, Shachko keluar dari kelompok tersebut dan bekerja sebagai seniman.
Pada tahun 2011 Femen mengatakan bahwa Shachko merupakan satu dari tiga anggota Femen yang “diculik” oleh aparat keamanan dan dipaksa bugil di hutan setelah melakukan protes telanjang mengolok-olok orang kuat Belarusia Alexander Lukashenko.
Aparat keamanan, kata Femen, menuangkan minyak ke tubuh ketiganya, mengancam akan membakar mereka dan memotong rambut ketiga feminis itu. Dia diculik lagi oleh orang tak dikenal ketika Putin mengunjungi Ukraina. Pengacara Femen mengatakan Shachko dipukuli sampai sempat dirawat di rumah sakit.*