Hidayatullah.com– Sekretariat Jenderal Dewan Menteri Dalam Negeri Arab menyebut bahwa sikap Kanada merupakan intervensi terang-terangan untuk mengubah sistem peradilan pidana di negeri itu.
Hal tersebut muncul dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Saudi Press Agency (SPA) setelah adanya ketegangan antara Arab Saudi dan Kanada belum lama ini.
Baca: Saudi Usir Dubes Kanada dan Bekukan Hubungan Perdagangan
Pernyataan ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland meminta Riyadh untuk membebaskan aktifis liberal dan gender yang telah ditangkap di Arab Saudi.
“Arab Saudi tidak akan membatasi ataupun menahan seseorang kecuali yang berada di bawah undang-undang. Pengadilan di Arab Saudi adalah otoritas yang independen. Tidak ada pihak yang berada di atas pengadilan, kecuali kewenangan syariat Islam,” kata Sekretariat Jenderal Dewan Menteri Dalam Negeri Arab.
Baca: Saudi Tunda Penerbangan Langsung sebagai Protes ‘Campur Tangan’ Kanada
“Kami tidak terima siapapun yang menentang keputusan pengadilan dan meminta pembebasan atas seseorang yang bersalah dalam investigasi yang dilakukan berdasarkan peraturan Kejaksaan Umum, atau yang meminta pembebasan atas pihak yang telah dijatuhi keputusan peradilan.
“Sikap Kanada adalah intervensi yang jelas untuk mengubah sistem peradilan, dan masyarakat Saudi tidak menerimanya, sebagaimana kebijakan pemimpin kami yang dengan tegas telah menolaknya,” tandas Sekretariat Jenderal Dewan Menteri Dalam Negeri Arab dalam pernyataannya itu.*/Ja’far Auzan Muzakki