Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Media Komunis Dukung Pengamanan Ketat Muslim Xinjiang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Agustus 2018 17:04 5:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Agustus 2018 17:04
Bagikan
Aparat komunis China melintas di depan sebuah masjid di propinsi Xinjiang
Bagikan

Hidayatullah.com–Media di China hari Ahad mendukung kampanye pemerintah komunis yang menekan kelompok etnis minoritas Muslim Uighur sebagai alas an mencegah wilayah otonomi Xinjiang menjadi ‘Suriah’ atau ‘Libya’, tulis Reuters.

Koran resmi partai Komunis, The Global Times mengeluarkan pernyataan itu dalam menanggapi laporan Komite anti-diskriminasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengangkat kekhawatiran pada Jumat atas perlakuan China terhadap warga Uighur, mengutip banyaknya laporan penahanan massal yang dikatakannya “menyerupai kamp konsentrasi besar yang diselimuti kerahasiaan”.

Lebih dari satu juta Muslim Uighur diperkirakan berada di tahanan di “pusat kontra-ekstremisme” di wilayah barat jauh China, kata Wakil Ketua Komite Anti-Diskriminasi PBB, Gay Gay McDougall.

Sebuah pertemuan PBB tentang hak asasi manusia telah diberitakan Jumat lalu bahwa China telah mengubah Wilayah Otonomi Uighur Xinjiang/Xinjiang Uighur Autonomous Region (XUAR) menjadi “zona tanpa hak” dan “kamp kosentrasi besar” bagi orang-orangUighur, meningkatkan kekhawatiran tentang anggota yang hilang dari masyarakat.

Ratusan ribu orang Uighur telah dikirim ke kamp-kamp pendidikan ulang atas nama ekstremisme agama, kata panel itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Telah diketahui bahwa penangkapan sewenang-wenang ratusan ribu orang Uighur dan Kazakh di Xinjiang dibuat menyusul insiden serangan yang diluncurkan oleh separatis di mana mereka juga dipaksa keluar dari Islam dan menyatakan kesetiaan kepada partai komunis yang berkuasa.

Baca: Memetakan Kamp Penahanan Xinjiang China bagi Muslim Uyghur 

Global Times mengatakan bahwa peraturan ketat di kawasan itu hanyalah “fase yang Xinjiang harus lalui dalam membangun kembali perdamaian dan kemakmuran”.

“Di bawah kepemimpinan kuat partai Komunis, kekuatan negara dan kontribusi pejabat lokal, Xinjiang telah diselamatkan dari insiden kekacauan besar-besaran, sehingga menghindari wilayah itu menerima nasib sama seperti Suriah atau Libya,” jelas laporan koran itu lagi.

Dia tidak menyebut langsung keberadaan kamp tersebut.

Selama beberapa bulan terakhir, kelompok pengamat dan saksi mengklaim bahwa kelompok etnis Uighur telah dipanggil dari luar negeri dan secara nasional sebelum dikirim ke pusat penahanan dan indoktrinasi.

Beijing mengatakan wilayah terpencil itu menghadapi ancaman dari ekstrimis agama dan militan yang dilatih asing, yang menghasut warga lokal Uighurs untuk merencanakan dan melakukan serangan.

Ratusan orang tewas di XUAR dalam beberapa tahun terakhir dalam serangan sporadis di kantor-kantor pemerintah dan kantor polisi dan kekerasan etnis. Sebagai tanggapan, Beijing telah meliput provinsi itu, yang terbesar di China dengan sekitar 22 juta orang, di bawah selubung keamanan yang berat, yang menurut  kelompok-kelompok hak asasi ditujukan terhadap komunitas Uighur.

Baca: Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China 

Global Times membela keamanan ketat tetapi tidak berkomentar tentang tuduhan tentang pemerintah menjalankan kamp pendidikan ulang di seluruh provinsi.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Xinjiang mengalami serangkaian serangan teroris yang kejam. Orang-orang muda dicuci otak oleh pemikiran ekstremis dan dimanipulasi oleh organisasi teroris. Selain meluncurkan serangan teror di Xinjiang, para teroris ini juga merambah provinsi-provinsi pedalaman dan memulai serangan di tempat-tempat seperti Lapangan Tiananmen di Beijing dan Stasiun Kereta Api Kunming, ” tulis editorial media tersebut.

“Situasi keamanan di Xinjiang telah berubah baru-baru ini dan ancaman teror yang menyebar dari sana ke provinsi lain di China juga sedang dihilangkan. Kehidupan yang damai dan stabil telah disaksikan kembali di seluruh Xinjiang, ”katanya.

Tanggapan terhadap serangan itu dibenarkan, kata editorial.

“Pencapaian ini datang dengan harga yang ditanggung oleh orang-orang dari semua etnis di Xinjiang … Xinjiang telah diselamatkan dari ambang kekacauan besar. Ini telah menghindari nasib menjadi ‘China Suriah ‘ atau ‘Libya Suriah. Xinjiang beroperasi di bawah kekuasaan hukum dan persatuan etnis. Ketika bisnis pulih, masa depan kawasan ini menjanjikan, “ tambah editorial.

“Tidak ada keraguan bahwa perdamaian dan stabilitas di Xinjiang saat ini sebagian disebabkan oleh tingginya intensitas peraturan. Polisi dan pos keamanan dapat dilihat di mana-mana di Xinjiang. Tetapi ini adalah fase yang Xinjiang harus lalui dalam membangun kembali perdamaian dan kemakmuran dan akan bertransisi menuju pemerintahan yang normal, ”tambah editorial tersebut.

Baca: Komunis China Memotong Rok Wanita Uighur di Tengah Jalan

“Perubahan situasi keamanan Xinjiang telah menghindari tragedi besar dan menyelamatkan banyak nyawa, berkat hukum Tiongkok yang kuat dan kekuatan berkuasa yang kuat dari Partai Komunis Tiongkok.”

“Kita harus berpegang pada keyakinan kita bahwa menjauhkan gejolak dari Xinjiang adalah hak asasi manusia terbesar”.

Sebelumnya, McDougall dari PBB mengatakan bahwa anggota komunitas Uighur dan orang-orang Muslim lainnya diperlakukan sebagai “musuh negara” semata-mata atas dasar identitas etno-religius mereka.

Lebih dari 100 mahasiswa Uighur yang kembali ke China dari negara-negara termasuk Mesir dan Turki telah ditahan, dengan beberapa orang yang mati dalam tahanan, katanya.

McDougall juga mengutip laporan yang menunjukkan bahwa pihak berwenang China menganiaya orang-orang karena menggunakan salam Muslim, memiliki makanan halal, atau memiliki janggut panjang atau jilbab.

Provinsi Xinjiang sendiri telah dijatuhi sanksi keamanan keras sejak kerusuhan anti-pemerintah berdarah meletus di Urumqi pada tahun 2009.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaGlobal TimesIndoktrinasikamp kosentrasiKazakhkomunisMuslimMuslim ChinauighurxinjiangXUAR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Mesir Hukum Penjara Pemimpin Ikhwanul Muslimin Seumur Hidup
Tulisan selanjutnya Myanmar Minta Bangladesh Berhenti Bantu Pengungsi Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?