Hidayatullah.com–Pemimpin Libya Muammar Qadhafi telah menerima rencana untuk mengakhiri konflik di negaranya, termasuk gencatan senjata. Demikian dikatakan oleh Uni Arfika Senin (11/04).
Qadhafi bertemu delegasi Uni Afrika yang dipimpin Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma di kantor pemerintahannya di Bab Al-Aziziyah, Tripoli. Menurut Zuma, di antara masalah yang dibicarakan adalah penghentian serangan udara NATO yang menarget fasilitas-fasilitas milik pemerintah guna memberikan kesempatan adanya gencatan senjata.
Para penentang Qadhafi mengatakan, rencana itu akan bisa dilakukan hanya jika Qadhafi melepaskan jabatannya.
Namun Associated Press melaporkan bahwa Uni Afrika tidak memaksa Qadhafi untuk mengundurkan diri.
Rencana yang diajukan Zuma dan kawan-kawan kepada Qadhafi antara lain berupa penghentian pertempuran, kerjasama penyaluran bantuan kemanusiaan dan pembicaraan antara kelompok pemberontak dengan pemerintah.
Guma Al-Gamati, pemimpin oposisi pemerintah Libya yang bermarkas di Inggris mengatakan, kelompoknya akan mencermati usulan Uni Afrika tersebut. Namun ia menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima kesepakatan apapun yang dirancang agar Qadhafi dan putra-putranya tetap berada di posisinya seperti sekarang ini.*