Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Memetakan Kamp Penahanan Xinjiang China bagi Muslim Uyghur dan Kazakh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juni 2018 15:45 3:45 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juni 2018 06:04
Bagikan
Kamp rahasia China yang diyakini tempat penyiksa muslim Xinjiang (Rami Khoury / Al Bawaba / Google Earth)
Bagikan

idayatullah.com–Banyak penduduk kota kecil Kargilik berbicara bahasa Uyghur dari pada bahasa Mandarin, mempraktikkan Islam daripada Buddisme, dan secara etnis Turki, bukan Han, yang merupakan etnis dominan di China. Di dalam Kargilik berdiri Masjid Jami, yang merupakan tempat ibadah bagi Muslim dan daya tarik turis.

Pada tahun 2017, pemerintah China menaruh spanduk di bagian depan masjid, memberitahu para jamaah untuk ‘Cintai Partai, Cintai Negara.’ Di dalam, spanduk lain menyerukan semua orang untuk ‘Secara Aktif Mempromosikan Islam Gaya-China.’ Tepat di bagian luar kota, para pekerja bangunan mulai membangun sebuah tempat penahanan besar dan pusat re-edukasi di mana Muslim Uyghur dan Kazakh ditempatkan dan dibentuk menjadi ‘warga’ China.

Di seluruh provinsi barat laut Xinjiang, pemerintah China sedang menahan ratusan ribu etnis minoritas, mengasingkan mereka di kamp-kamp yang baru dibuat dalam upaya untuk mensekulerkan mereka, menjadikan mereka korban kekerasan fisik dan psikologis dalam prosesnya. Beberapa ditahan di ruang isolasi, lainnya mengaku mereka dipaksa meminum alkohol dan memakan babi, keduanya dilarang dalam Islam.

“Tujuannya adalah untuk merekayasa secara massal identitas Muslim China – yang terlalu berbeda dari etnis Hans, dari perspektif pemerintah – sehingga mereka menjadi subyek setia, patuh pada CCP (Partai Komunis China),” Maya Wang, peneliti senior China untuk Human Rights Watch mengatakan pada Al Bawaba.

“Ini dilakukan dengan pengawasan menyeluruh, indoktrinasi dan kontrol politik – khususnya pergerakan mereka – atas Muslim di daerah itu.”

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Baca: Home Stay: ‘Deradikalisasi dan Indoktrinasi’ ala Komunis China pada Keluarga Muslim

Seorang mahasiswa hukum di Universitas British Columbia, Shawn Zhang, telah memulai geolokasi beberapa pusat penahanan dan pusat re-edukasi baru China. Meskipun sulit untuk memverifikasi banyak dari informasi tersebut, Zhang telah mencocokan rincian dan lokasi pusat yang diminta dalam tender pemerintah kepada kontraktor dengan proyek-proyek bangunan baru di sekitar Xinjiang.

Pusat Kargilik

Menurut tender, situs itu berukuran 82.000 meter persegi, dan memuat sebuah pusat konversi, sebuah sekolah ‘kejuruan’, dan ‘fasilitas-fasilitas pendukung’ yang nampaknya merupakan sebuah labirin fasilitas penahanan geometrik.

Tierimu

Komplek luas ini nampaknya memiliki sebuah pusat penahanan dan pusat re-edukasi, dengan lebih banyak bangunan yang sedang dibangun. Terdaftar sebagai ‘fase kedua’ proyek menurut tendernya, proyek ini didanai oleh Biro Kehakiman Jiashi dan memiliki sebuah ‘pusat pelatihan keterampilan kerja.’

Zhang mencatat di blognya bahwa ruang penahanan dan pusat re-edukasi kosong pada 6 Maret, 2017. Pembangunan dilaporkan dimulai pada Mei, 2017 dan meliputi sebuah “sekolah pengubahan pendidikan hukum” menurut terjemahan dari tender itu.

Pengumuman dari pemerintah lokal Shufu menyatakan bahwa sebuah “pusat rehabilitasi” akan dibangun di ruang antara tempat penahanan dan pusat re-edukasi.

Baca: Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [1]

Kashgar

Proyek ini terkenal karena pemerintah lokal mengumumkannya sebagai sekolah pada April, 2017.

Namun “sekolah” ini, memiliki pagar tinggi yang mengelilingi tiap bangunan dan pos penjaganya.

 

Zhang menemukan proyek konstruksi ini berkat sebuah perusahaan AC yang telah memasang unit-unit AC untuk fasilitas tersebut, yang disebut sebagai “pusat pelatihan pendidikan hukum.” (Shawn Zhang)

Shule

Proyek tersebut, yang diumumkan oleh Biro Kehakiman Shule, adalah sebuah pusat penahanan besar yang dipropagandakan secara publik sebagai sebuah “sekolah pendidikan/transformasi hukum.”

Seperti pusat re-edukasi lain, proyek ini dibangun dengan sangat cepat. Diumumkan pada awal 2017 dan hampir selesai pada November, 2017.

Hotan

Zhang menemukan proyek konstruksi ini berkat sebuah perusahaan AC yang telah memasang unit-unit AC untuk fasilitas tersebut, yang disebut sebagai “pusat pelatihan pendidikan hukum.”

Rincian dan foto-foto dari proyek AC itu kemudian dicocokkan dengan citra satelit dari komplek besar tersebut.

Baca: Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [2]

Program Pengawasan Baru China

Fasilitas yang berada di foto-foto mewakili segelintir pusat penahanan yang Zhang telah temukan. Adrian Zenz, penulis pertama yang merilis laporan pusat penahan itu telah mengumpulkan banyak informasi tentang program China tersebut, dia menemukan 73 tender konstruksi dan perluasan fasilitas tahanan dan re-edukasi.

Seringkali dijual sebagai fasilitas pelatihan ‘kejuruan’ atau ‘keterampilan’, Zenz dan lainnya telah menunjukkan bahwa itu semua hanya eufemisme atau pelembutan bahasa untuk tujuan China mengindoktrinasi dan menguasai populasi etnis Uyghur dan Kazakh di dalam wilayah Xinjiang yang bergolak.

“Tujuannya ialah pertama-tama untuk mengintimidasi populasi agar dapat melakukan kontrol dan memastikan kepatuhan sosial, dan yang kedua untuk mencegah praktik agama apapun, mendorong orang-orang ke arah sekularisasi,” Zenz mengatakan pada Al Bawaba dalam wawancaranya.

Di dalam fasilitasnya sendiri, tahanan mengalami pelecehan dan banyak dari mereka menderita kerusakan/gangguan psikologis. Laporan-laporan bahkan mengindikasikan bahwa beberapa orang telah mati di dalam kamp. Dokumen bocor yang diterima Zenz menunjukkan bahwa hampir sejuta orang telah ditahan sejauh ini.*/Nashirul Haq AR

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adrian ZenzchinaDaerah Otonomi Xinjiang UighurderadikalisasidiskriminasiHome StayIndoktrinasiIslam di Chinakamp indokrinasikekerasankomunisMuslimpenindasanre edukasiuighurxinjiangXUAR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tausiyah Idul Fitri MUI: Aspirasi Politik Jangan Merusak Persaudaraan
Tulisan selanjutnya Kemenag Pastikan Layanan Haji 1439 H Sudah Siap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?