Hidayatullah.com—Sudan Selatan selama tiga tahun berturut-turut termasuk dalam daftar negara yang paling berbahaya bagi pekerja yang bertugas mengirimkan bantuan kemanusiaan.
Sepertiga dari 158 insiden besar saat pengiriman bantuan tahun lalu terjadi di negara Afrika Timur itu, kata Norwegian Refugee Council (NRC) seperti dilansir BBC Senin (13/8/2018).
Sekitar 100 pekerja bantuan tewas sejak perang sipil pecah Desember 2013 di Sudan Selatan. Sebanyak 24 pekerja bantuan terbunuh akibat tembakan senjata api tahun lalu saja.
Pekerja bantuan asal Sudan sendiri yang paling banyak menjadi korban serangan-serangan itu. Mereka kerap harus menjangkau daerah-daerah yang sulit didatangi serta paling berbahaya, kata NRC.
Menyusul Sudan Selatan, negara yang paling berbahaya untuk pekerja bantuan adalah Suriah, Afghanistan dan Central African Republic (CAR). Mereka diikuti oleh Nigeria dan Somalia.
Sekjen NRC Jan Egeland mengatakan organisasinya cukup optimis terkait penandatanganan kesepakatan gencatan senjata antara Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan wakil presiden yang dipecatnya, Riek Machar.*