Hidayatullah.com–Bulan Sabit Merah Qatar (QRC) mengumumkan menyediakan dana sebesar Rp2,9 miliar dalam bentuk bantuan darurat untuk korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Demikian laporan yang diturunkan media setempat.
“QRC akan menyediakan barang-barang bantuan non-pangan, termasuk paket-paket tempat tinggal, seperti lembaran plastik, selimut, kelambu, dan wadah pengawetan air, kepada korban gempa Indonesia,” kutip Xinhua dari kantor berita Qatar News, Jumat (24/08/2018).
“Bantuan Qatar ini juga akan mencakup pemberian pertolongan pertama, paket kebersihan untuk 700 keluarga yang terkena dampak,” sambung laporan itu.
Baca: Masjid Ambruk Kena Gempa Belum Dapat Kejelasan Pembangunan Ulang
Wilayah Lombok telah diguncang gempa dahsyat sebanyak tiga kali dalam satu bulan terakhir. Gempa pertama berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang wilayah itu pada 5 Agustus lalu. Selang empat hari kemudian atau 9 Agustus, gempa berkekuatan 6,2 skala Richter kembali menghantam salah satu destinasi wisata itu. Gempa ketiga berkekuatan 6,3 skala Richter mengguncang pulau itu lagi pada 19 Agustus.
Posisi geografis Indonesia terletak di wilayah yang disebut sebagai Ring of Fire – wilayah signifikan yang berada di cekungan Samudera Pasifik di mana sejumlah gempa bumi dan letusan gunung berapi kerap terjadi.
Baca: Rabithah Alam Islami Bantu 6 Ribu Pengungsi NTB Perbaiki Masjid
Liga Muslim Dunia
Sebelum ini, Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) yang merupakan lembaga donor berbasis di Arab Saudi memberikan bantuan kepada korban gempa di Lombok, NTB.
Sekretaris Jenderal Rabithah Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Isa dalam keterangan resminya, Rabu, mengatakan bahwa lembaganya memberikan bantuan pangan kepada 6 ribu pengungsi di Lombok Timur.
“Selain itu, kita juga berikan bantuan selimut dan kasur kepada para pengungsi,” ujar Al-Isa.
Bantuan tersebut, menurut dia, adalah bantuan tahap pertama. Pada tahap kedua nanti, Rabithah berencana akan memfokuskan bantuan pada pembangunan dan perbaikan masjid-masjid yang terdampak gempa.
“Gempa di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, juga menjadi perhatian Rabithah Alam Islami,” tambah dia.*