Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kelompok-Kelompok Teror Dukungan Iran Makin Memperburuk Timur Tengah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Februari 2018 09:26 9:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Februari 2018 11:17
Bagikan
Relawan Syiah Iraq ikut bergabung mendukung Pasukan Iraq menaiki sebuah truk menuju Kota Daquq, Tikrit, Irak utara, (8/2/ 2015)
Bagikan

Hidayatullah.com–Kebijakan ekspansionis Iran di Timur Tengah telah menyebabkan pertumpahan darah dan penyelewengan sektarian, bagaimanapun juga, upaya terus-menerus negara itu untuk menciptakan sebuah jaringan proxy di wilayah itu tampaknya telah memperburuk ketegangan di dua negara yang mengalami krisis, Suriah dan Iraq.

Menambahkan sejumlah kelompok milisi Syiah dukungan Iran di Suriah yang bertempur untuk Assad, Hash Shaabi (Popular Mobilization Force), dan kelompok milisi bersenjata Syiah lain juga sedang merusak stabilitas dan perdamaian di Iraq.

Contohnya, lima pendemo Kristen mengalami luka-luka karena tembakan senjata milisi Syiah di Iraq utara pada Desember.

Sejumlah umat Kristen kala itu sedang berdemonstrasi di desa Bartala untuk memprotes penyerangan oleh anggota milisi Hashd al-Shaabi terhadap kaum minoritas, para milisi melepaskan tembakan dalam upaya membubarkan para pendemo, yang meneriakkan slogan menolak mereka, menyebabkan tiga pria dan dua wanita terluka oleh tembakan tersebut.

“Banyak umat Kristen yang marah dengan tindakan milisi Hashd al-Shaabi dan menganggap mereka sebagai kelanjutan dari kekerasan yang dilakukan oleh kelompok teroris ISIS,” Agathon Saleh mengatakan pada Anadolu Agency.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: ISIS Eksekusi 27 Milisi Syiah dari Hashd al-Shaabi

Expansionis kekaguman pada Iran tidak terbatas di Iraq dan Suriah, di mana milisi Houthi Syiah terus melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah Yaman dan penduduk sipil.

Pada minggu lalu, pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran menculik 300 penduduk sipil, kebanyakan orang tua dan anak-anak, dalam jangka satu minggu di desa Adeen, narasumber lokal mengatakan, seperti yang dilaporkan al-Arabiya pada Rabu.

Penculikan tersebut terjadi setelah terbunuhnya komandan Houthi, Abu Abdulrahman Al-Alwi di distrik tersebut pada Jumat lalu.

Yaman jatuh ke dalam perang sipil pada 2014 karena Houthi, yang menguasai Ibu Kota Sanaa dan bagian lain Yaman, memaksa anggota-anggota pemerintah yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.

Bagaimanapun juga, rakyat Suriah yang menerima pukulan paling keras dari upaya destabilisasi Iran di Timur Tengah dengan kelompok-kelompok teror dukungan Iran dan milisinya yang terus membantu dan bersekongkol dengan rezim Suriah untuk menyerang penduduk sipil dan kelompok-kelompok oposisi moderat.

Sekitar 18.000 milisi Syiah diyakini bertempur di sisi rezim Bashar Assad di Suriah, yang telah diguncang oleh perang sipil sejak 2011, narasumber lokal mengatakn pada Anadolu Agency.

Hizbullah, kelompok teroris dukungan Iran lainnya yang beroperasi sebagian besar di Libanon, juga mengirim banyak petempur untuk membantu rezim.

Baca: 6 Kelompok Milisi Syiah Terlibat dalam Serangan Tal Afar

Menurut perkiraan, sekitar 10.000 petempur Hizbullah diyakini bertempur bersama pasukan Assad di seluruh Suriah.

Milisi-milisi ini, yang diambil dari daerah-daerah Syiah Iraq seperti Baghdad, Najaf, dan Basra, diperkirakan berjumlah hampir mencapai 5.000.

Terdapat juga milisi lain seperti Brigade Zaynabiyyun Pakistan, yang memiliki lebih dari 500 anggota dan sedang bertempur di Aleppo utara, dan Brigade Fatimiyun Afghanistan, yang memiliki sekitar 2.000 petempur di Aleppo selatan, Damaskus dan Daraa.

Rezim Assad menggunakan kelompok milisi lokal yang didukung Iran dikenal sebagai “shabiha” untuk memperkuat kekuatannya melawan oposisi moderat.

Shabiha, yang bertanggungjawab atas pembunuhan banyak demonstran anti-Assad, diperkirakan terdiri dari 24.000 anggota.

Dalam tahun pertama konflik, milisi shabiha mulai ditempatkan mengganti para tentara yang meninggalkan militer. Jumlah mereka mulai meningkat secara signifikan ketika pasukan rezim kehilangan kekuatan.

Kelompok ini diyakini didanai oleh pemimpin-pemimpin suku pro-rezim dan pebisnis, termasuk sepupu Assad, Rami Makhlouf.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berniatlah untuk Melakukan Suatu Amalan Baik
Tulisan selanjutnya Novel Tiba di Gedung KPK, Disambut Doa dan Rangkaian Bunga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?