Hidayatullah.com–Sebuah laporan yang dirilis Universitas Oxford, hari Kamis (6/9/2018), menunjukkan bahwa rakyat Swedia dibombardir berita palsu lewat Twitter menjelang pemilu, yang kebanyakan menyebarkan informasi bohong tentang Islam dan imigrasi.
Peneliti dari Oxford Internet Institute dalam laporannya setebal enam halaman berjudul “Mapping the 2018 Swedish General Election on Twitter” menyimpulkan bahwa satu dari tiga “artikel” berkaitan dengan politik di Swedia yang disebarkan lewat media sosial itu adalah “berita sampah”, lansir The Local.
OII menelaah sekitar 275.000 cuitan di Twitter antara tanggal 8 dan 17 Agustus 2018, beberapa pekan menjelang pemilu di Swedia yang akan digelar pada hari Ahad lusa..
Kantor berita Reuters menyebutkan bahwa tiga situs yang paling banyak menyebarkan berita palsu itu adalah Samhällsnytt, Nyheter Idag dan Fria Tider. Ketiganya dikelola oleh mantan-mantan anggota partai kanan jauh Demokrat Swedia. Berita palsu yang mereka sebarkan mencakup 85 persen dari total rumor yang sengaja dihembuskan untuk mengelabui masyarakat, yang isinya kebanyakan soal Islam dan imigrasi.
Fabian Sinvert dari OII dan Freja Hedman dari Universitas Lund, yang memimpin riset tersebut, mengatakan bahwa ketiga situs itu isi dan tampilannya menyerupai situs-situs berita media terkemuka, sehingga sulit bagi pembaca awam untuk mengenalinya sebagai sumber berita palsu.
Sementara pemilu presiden di Amerika Serikat yang dimenangkan oleh Donald Trump banyak direcoki oleh aktor-aktor asing, maka penyebar berita palsu menjelang pemilu di Swedia tahun ini dilakukan hampir seluruhnya oleh aktor lokal, kata peneliti.*