Hidayatullah.com–Politisi-politisi kanan jauh dari partai Alternative für Deutschland (AfD) diperbolehkan menghadiri kongres Gereja Evangelis di Jerman (EKG) yang akan digelar di Dortmund pada bulan Juni 2019. Tetapi mereka tidak akan diperbolehkan bicara di podium.
Dalam pengumumannya hari Rabu (26/9/2018), EKG melalui juru bicaranya mengatakan bahwa tak seorang pun diundang atau tidak diundang berdasarkan pada afiliasi partainya. Akan tetapi, siapa saja yang pernah membuat pernyataan kebencian dan rasis tidak akan diundang oleh pihak penyelenggara.
Dilansir DW, dalam wawancara dengan mingguan Die Zeit, presiden komite eksekutif EKG Hans Leyendecker mengatakan bahwa kongres secara eksplisit menyambut kehadiran para simpatisan dan pemilih AfD, tetapi tidak untuk politisi-politisinya.
“Kongres ini merupakan acara mendengarkan, dan saya tidak ingin mendengarkan Gauland,” kata Leyendecker, merujuk ketua faksi AfD di parlemen Alexander Gauland, meskipun dia dipersilahkan hadir di acara tersebut.
Keputusan kongres Protestan itu kontan mendapat kecaman dari perwakilan AfD untuk bidang kebijakan gereja, Volker Münz.
Dalam pernyataannya resminya Münz, yang juga anggota Sinoda EKG, menyebut keputusan itu mencerminkan “kemiskinan politik” dari gereja, dan menuding gereja mengkhianati independensi politiknya.
Baca: Polisi Jerman: Politisi AfD Menyebarkan Ujaran Kebencian terhadap Muslim
Münz juga menuding Leyendecker menampakkan keberpihakannya kepada partai SPD (Sosial Demokrat Jerman). “Ini tidak lagi ada hubungannya dengan ‘gereja’. Para jemaat gereja menyadari hal ini,” ujar Münz.
Meskipun demikian, Münz menegaskan akan tetap menghadiri acara tersebut.
Acara kongres gereja yang dikenal sebagai Kirchentag (arti harfiahnya hari gereja) itu digelar setiap tahun. Acara tersebut biasanya menyedot ratusan ribu orang pengunjung yang tertarik mendiskusikan isu-isu terkini. Menurut laman resminya, acara itu digelar bukan untuk menetapkan mana yang benar atau salah, melainkan untuk menginisiasi dialog terbuka.*