Hidayatullah.com—Thomson Reuters Corp hari Selasa (4/12/2018) mengatakan akan memangkas jumlah pekerjanya 12 persen dalam dua tahun, memecat 3.200 karyawannya, sebagai bagian dari rencana perampingan perusahaan dan mengurangi beban biaya.
Perusahaan penyedia layanan berita dan informasi itu, yang sudah menjual 55 persen saham unit Financial & Risk miliknya ke perusahaan ekuitas swasta Blackstone Group LP, mengumumkan perihal pemutusan hubungan kerja itu dalam pertemuan dengan para investornya di Toronto, Kanada, di mana Thomson Reuters memaparkan strategi dan rencana pertumbuhan masa depan, lapor Reuters.
Perusahaan itu, yang lebih memusatkan perhatian pada bisnis legal dan pajaknya menyusul kesepakatan dengan Blackstone, menolak untuk mengatakan karyawan mana saja yang akan di-PHK. Namun, Co-Chief Operating Officer Neil Masterson mengatakan kepada para investor bahwa staf perusahan sudah diberitahu sekitar 90 persen dari rencana pemangkasan itu.
CEO Jim Smith mengatakan perusahaan akan membidik kenaikan penjualan tahunan sebesar 3,5 persen pada tahun 2020. Perusahaan juga akan lebih banyak melakukan penjualan silang produk-produknya kepada pelanggan yang sudah ada saat ini dan pelanggan baru. Thomson Reuters juga akan memangkas jumlah produk yang dijualnya.
“Kami akan membuat perusahaan ini seramping mungkin,” kata Smith, demi memudahkan baik pihak pelanggan maupun staf perusahaan di garis depan.
Sebagai bagian dari perampingan itu, Thomson Reuters akan mengurangi jumlah kantornya yang tersebar di berbagai negara sebanyak 30 persen menjadi 133 lokasi pada tahun 2020.
Menyusul kesepakatannya dengan Blackstone, sekitar 43 persen pendapatan Thomson Reuters berasal dari bisnis legal, 23 persen dari penjualan ke klien korporat dan 15 persen dari penjualan di bisnis perpajakan.
Reuters News hanya menyumbang 6 persen pendapatan bagi perusahaan. Meskipun demikian, Smith mengatakan bahwa sektor berita dan informasi masih menjadi bagian penting Thomson Reuters.
Di bawah kepemimpinan Michael Friedenberg, “kami yakin dia dapat membuat Reuters News bahkan menjadi bagian lebih besar dari kisah pertumbuhan kami di masa mendatang,” ujar Smith.
Thomson Reuters menargetkan pengurangan belanja modal antara 7 persen dan 8 persen pada tahun 2020 dari 10 persen sekarang ini.*