Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi Bosnia Pindahkan Pengungsi dari Kamp Vucjak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Desember 2019 19:08 7:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Desember 2019 19:08
Bagikan
Kamp pengungsi Vucjak, Bosnia.
Bagikan

Hidayatullah.com–Beberapa bus datang ke kamp Vucjak untuk memindahkan ratusan pengungsi, menyusul kecaman internasional atas kondisi mengenaskan tempat penampungan orang-orang yang ingin hijrah ke berbagai negara Eropa itu.

Pihak berwenang Bosnia mengatakan hari Selasa (10/12/2019) bahwa mereka sudah memindahkan 600 pengungsi dari kamp jorok di Vucjak itu ke barak tentara yang terletak didekatnya.

Awak media dialrang mendokumentasikan proses pemindahan para pengungsi itu, meskipun demikian mereka melihat ada 7 bus meninggalkan lokasi kamp yang berdekatan dengan perbatasan Kroasia tersebut.

Kamp itu, yang terdiri dari puluhan tenda yang ditancamkan di tanah berlumpur dan bersalju, menjadi subyek kontroversi belum lama ini, ketika foto-foto menunjukkan anak-anak hanya mengenakan sandal dan kaos t-shirt dalam cuaca bersalju.

Sejak beberapa bulan lalu pejabat-pejabat internasional, paling terbaru Komisioner Uni Eropa untuk HAM Dunja Mijatovic, menyerukan kepada Bosnia agar menutup kamp tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bosnia dikritik karena menampung banyak orang di lokasi yang terlalu dekat dengan kawasan beranjau sisa mas perang dulu.

Fasilitas penampungan migran/pengungsi di sepanjang “rute Balkan” menuju Eropa sekali lagi menjadi penuh disebabkan kedatangan pencari suaka tak terduga beberapa bulan belakangan.

Saat ini ada 7.000 sampai 8.000 pengungsi di Bosnia, yang telah menyeberangi perbatasan dengan Serbia. Kebanyakan dari mereka berharap dapat melanjutkan perjalanan melewati Kroasia kemudian ke negara-negara Uni Eropa yang lebih makmur. Akan tetapi, banyak perbatasan yang dipagar dan dijaga ketat.

Banyak dari migran/pengungsi yang menempati Vucjak mengatakan kepada para jurnalis bahwa mereka takut akan di pindahkan ke lokasi yang jauh dari perbatasan Kroasia, tetapi belum ada laporan yang menyebut perihal insiden semacam itu ketika pemindahan dilakukan, lansir DW Selasa (10/12/2019).

Bosnia dan Serbia mengalami peningkatan jumlah migran/pengungsi tak terduga beberapa bulan terakhir. Semakin banyak migran/pengungsi menyeberang dari Turki. Disebabkan penutupan Vucjak, migran/pengungsi yang ditempatkan di penampungan di Bihac sekarang harus bertahan di sana daripada dipindah ke tempat lain.

Para pencari suaka lain memilih bertahan di Serbia, dan tinggal di negara itu di kawasan dekat perbatasan Kroasia dan Hungaria. Sekitar 27.000 migran/pengungsi memasuki entered Serbia antara Januari dan November 2019.

Jubir UN High Commissioner for Refugees (UNHCR) Serbia Mirjana Milenkovski mengatakan bahwa yang paling menyulitkan adalah bertambahnya jumlah migran/pengungsi anak yang tidak memiliki pendamping dewasa.

Tidak jelas mengapa belakangan ini terjadi peningkatan jumlah kedatangan migran/pengungsi ke Eropa. Hal yang pasti, menurut para analis, adalah karena semakin banyak orang yang menyeberang dari Turki dan Yunani. Dan memang jumlah orang yang menyeberang dari Turki ke Yunani pada 2019 lebih banyak dibanding dulu di awal-awal kesepakatan Uni Eropa-Turki yang ditandandatangi pada tahun 2016.

Presiden Turki Recep Tayip Erdogan beberapa bulan lalu mengeluarkan ancaman kepada Uni Eropa akan membuka pintu-pintu perbatasannya ke Eropa apabila persekutuan itu tidak memberikan tambahan dana kepada Turki. Seperti diketahui, perjanjian antara Ankara dan Uni Eropa tahun 2016 menyebutkan bahwa Turki akan mencegah para migran/pengungsi Suriah pergi ke Eropa dengan syarat-syarat tertentu, termasuk kucuran dana jutaan dolar dari UE setiap tahun untuk biaya penampungan migran/pengungsi, serta kemudahan proses bergabungnya Turki sebagai anggota Uni Eropa. Sepertinya Ankara kecewa dengan sikap Uni Eropa yang menghambat proses pendaftarannya ke UE dan kucuran dolar yang dirasa kurang memadai.

Belakangan Turki juga melancarkan serangan ke Suriah guna membuat “zona aman” di dalam wilayah utara Suriah yang bersebelahan dengan perbatasan selatan Turki, dan akan memindahkan sekitar 3 juta pengungsi Suriah yang ditampung Turki selama ini ke zona tersebut.

Selain karena Ankara kekurangan dana untuk pengurus jutaan pengungsi Suriah, warga Turki di daerah-daerah yang ketempatan para pengungsi juga sering bentrok dengan para pendatang asing itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bosniamigranpengungsiTurkiUni EropaVucjak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MPR Serap Aspirasi Masyarakat Soal Amendemen
Tulisan selanjutnya Mantan Menteri Meksiko Penerima Suap Kartel Narkoba Ditangkap di AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?