Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Kehakiman Gambia: Eks Presiden Yahya Jammeh Mencuri Sedikitnya $362 Juta Uang Negara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 April 2019 21:46 9:46 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 April 2019 06:15
Bagikan
Yahya Jammeh dan koleksi mobil mewahnya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan presiden Yahya Jammeh mencuri sedikitnya $362 juta uang negara selama 22 tahun berkuasa, kata Menteri Kehakiman Gambia menyusul penyelidikan selama hampir dua tahun.

Jammeh, yang berkuasa lewat kudeta tahun 1994, meninggalkan Gambia menuju pengasingannya di Guinea Ekuatorial pada 2017, saat pasukan regional Afrika bergerak menuju ibukota Banjul untuk menekannya segera menyerahkan kekuasaan kepada Adama Barrow yang memenangkan pilpres.

Berbicara kepada para reporter hari Jumat (29/3/2019) Menteri Kehakiman Abubacarr Tambadou merilis ringkasan laporan yang disusun oleh komisi penyelidikan kasus korupsi Jammeh. Laporan tersebut, yang belum diungkap ke publik, dibuat berdasarkan wawancara dengan 253 saksi.

“Ini adalah jumlah uang yang sangat besar yang sebenarnya dapat memberikan pengaruh signifikan bagi kehidupan rakyat kebanyakan negeri ini,” kata Tambadou seperti dilansir Aljazeera. “Uang itu justru digunakan untuk memuaskan gaya hidup sok dan penuh khayalan seorang megalomania egoistik, yang mana tindakannya itu tidak bermoral dan kriminal.”

Jammeh belum memberikan komentar perihal tuduhan itu dari pengasingannya di Guinea Ekuatorial, tetapi para pendukungnya di Gambia menuding investigasi tersebut dilakukan guna menjelek-jelekkan bekas presiden mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Tambadou, hasil penyelidikan mendapati Jammeh memiliki 281 properti berupa tanah di Gambia, serta sejumlah aset di luar negeri termasuk sebuah rumah di Amerika Serikat. Ditemukan pula aset Jammeh di kampung halamannya saja, desa Kanilai, bernilai $28,2 juta.

Pihak berwenang Gambia meyakini Jammeh membawa serta kebanyakan mobilnya serta benda-benda berharga lain ketika meninggalkan negaranya.

Sebelumnya aparat hukum Gambia mengatakan uang negara dicuri Jammeh dengan membuat rekening-rekening palsu di bank sentral dan menyedot uang dari badan telekomunikasi nasional serta lembaga-lembaga pemerintah lain.

Tambadou mengatakan pemerintah saat ini sedang berupaya mendapatkan kembali uang yang dicuri.

Adamu Barrow, pengacara yang menggantikan Jammeh sebagai presiden, berjanji akan bersikap tegas menindaklanjuti hasil laporan itu “tanpa takut atau tebang pilih.”

Sejauh ini, pemerintah sudah menjual sebagian harta milik Jammeh yang ditinggalkannya, termasuk beberapa pesawat terbang dan Rolls-Royce yang namanya terukir di bagian sandaran kepala.

Laporan yang dirilis pekan terakhir bulan Maret oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), sebuah kelompok investigasi nirlaba, menyebutkan bahwa Jammeh dan kroninya “mencuri atau menyalahgunakan” sedikitnya $975 juta uang negara, berdasarkan surat-surat bank, kontrak, korespondensi pemerintah dan laporan internal yang mereka miliki.

Uang yang tidak dialirkan ke rekening-rekening bank yang dikuasai Jammeh diarahkan ke pengusaha-pengusaha yang menerima kontrak bernilai besar dari bekas presiden itu, kata kelompok tersebut.

Jammeh bisa lolos dari korupsi yang dilakukannya karena Gambia merupakan negara kecil, dengan populasi hanya sekitar dua juta jiwa, dan agak tertutup, imbuh kelompok itu.

Malangnya, Gambia menghadapi utang negara menggunung yang tahun lalu mencapai 130 persen dari GDP, sehingga Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan agar negara tersebut tidak membuat utang baru.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kursus Wajib Bagi Pasangan Denmark yang Ingin Bercerai
Tulisan selanjutnya Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika Meletakkan Jabatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?